Harianpilar.com, Tanggamus – Warga Pekon Waypanas, Kecamatan Wonosobo,Tanggamus saat ini sedang menghadapi ‘Labil’ ekonomi. Pasalnya, menurunnya produktifitas buah kakao di daerah tersebut mengakibatkan buruknya perekonomian warga setempat.
Padahal, komoditi kakao merupakan salah satu hasil bumi yang menjadi andalan warga.
Seperti yang diungkapkan warga setempat Kurni yang mengaku produksi buah kakao miliknya menurun drastis sejak beberapa bulan yang lalu.
“Ya,biasanya satu bidang kebun milik saya dengan luas 1,5 hektar itu setiap panen dapat menghasilkan 1 kuintal lebih buah kakao, tapi sekarang hanya 15 Kg,” keluh dia, Rabu (18/3/2015).
Kurni pun kebingungan dengan menurunnya hasil kakao miliknya, dia pun mengatakan jika penurunan pada tahun ini merupakan yang paling parah sejak beberapa tahun yang lalu.
“Saya tidak tahu kenapa produksi kakao saat ini menurun, kalau dulu tidak pernah seperti ini, meskipun musim paceklik petani di sini masih mendapatkan hasil walau sedikit.Tapi sekarang benar-benar parah,” ungkapnya.
Menanggapi hal itu, Kabid Perkebunan Sastra Winata menuturkan, terdapat beberapa faktor penyebab menurunnya produktifitas komoditas kakao.
Seperti perubahan cuaca dan kurangnya perawatan serta pemeliharaan komoditi dengan nama ilmiah theobroma cacao ini.
“Masyarakat harus mengerti soal langkah-langkah perawatan komoditi kakao ini,pemberian pupuk dan vitamin tanaman sesuai dosis sangat membantu dalam meningkatkan hasil produksi,” kata Sastra.
Dijelaskan dia,petani harus rajin membersikahkan gulma yang ada di batang pohon,penebasan rumput yang berada di sekitar pohon pun jangan terlalu singkat,serta melakukan pemangkasan batang kayu yang tumbuh dari batang induk diperlukan agar pembuahan dari batang induk tidak terganggu.
Kemudian,pohon kakao harus terkena sinar matahari yang cukup,oleh sebab itu pemangkasan pohon yang menutupi tanaman kakao pun harus selalu diperhatikan. (Imron/JJ).









