oleh

Peryaan Hari Nyepi Dipusatkan di Pantau Muara

Harianpilar.com, Tanggamus – Menyambut datangnya hari Nyepi 1937 Tahun Saka yang jatuh pada hari, Sabtu (21/3) mendatang, ribuan umat Hindu yang berada di tiga kabupaten yakni,  Tanggamus, Pringsewu dan Pesawaran berkumpul dan menyatu di satu titik, tepatnya di Pantai Muara Indah,yang berada di Kecamatan Kotaagung, Kabupaten Tanggamus guna melakukan ritual Melasti (Mensucikan Diri).

Pembina Hindu Kanwil Kemenag Lampung I Nyoman Sidiarsa di sela-sela rangkaian acara menyebutkan, selain Melasti masih ada tiga rangkaian kegiatan lagi yang akan di selenggarakan menjelang Tahun Baru Saka 1937. Mulai dari Penumpukan, Nyepi, dan Numpuk Geni.

Nyoman Sidiarsa menjelaskan, penggunaan perhitungan Bali banyak sistem kalender yang berbeda. Mereka telah mengadopsi kalender Gregorian, untuk tujuan bisnis dan pemerintah. Tapi untuk prosesi yang tak ada habisnya, antara lain hari suci, hari peringatan kuil, perayaan, tarian sakral, membangun rumah, upacara pernikahan, kematian dan proses kremasi dan kegiatan lain yang mendefinisikan kehidupan, mereka memiliki dua sistem kalender.

“Pertama adalah Pawukon (dari kata Wuku yang berarti minggu) dan Sasih (yang berarti bulan). Wuku terdiri dari 30 item mulai dari Sinta, yang Wuku pertama dan berakhir dengan Watugunung yang terakhir. Para Pawukon, sebuah 210-hari ritual kalender dibawa dari Jawa pada abad ke-14, adalah siklus kompleks konjungsi numerologi yang menyediakan jadwal dasar untuk kegiatan ritual di Bali,” papar Nyoman, Selasa (17/3/2015).

Sedangkan Sasih, sistem paralel asal India, adalah dua belas bulan lunar kalender yang dimulai dengan vernal equinox dan sama pentingnya, dalam menentukan kapan harus menghormati para dewa. Sebagian umat manusia di dunia, membuka tahun baru dengan pesta-pora berbalut gemerlap kemeriahan. Namun sebaliknya, umat Hindu membuka tahun baru dengan diam. (Imron/JJ).