oleh

HUT Pringsewu Cederai Hati Masyarakat

Harianpilar.com, Pringsewu – Perayaan HUT Pringsewu ke 6 yang jatuh pada tanggal 3 Maret lalu dinilai mencederai perasaan warga Pringsewu.  Betapa tidak, sebab perayaan yang menghabiskan anggaran sebesar Rp700 juta itu tidak melibatkan tokoh pejuang pendiri Pringsewu. Terlebih kegiatan yang masuk dalam program di APBD itu tidak dilakukan lelang.

“Ini kan hajatnya masyarakat Pringsewu dan uang yang digunakan pun juga uang rakyat bukan uang pejabat mereka yang menjadi  panitia merupakan  pejabat pendatang yang ada di Pringsewu,  saat kerja aja mendominasi semua kegiatan HUT tanpa melibatkan masyarakat Pringsewu,” kata Ketua AMPP Pringsewu Suyudi, Senin (16/4/2015).

Diungkapkan Suyudi, HUT Pringsewu ke 6  merupakan hajat para kepala Satker atau pejabat saja karena  sangat menyinggung perasaan  masyarakat pringsewu, khususnya para pejuang pendiri Kabupaten Pringsewu.

“HUT  ke 6 Kabupaten Pringsewu, sangat menyinggung batin dan menyakiti perasaan masyarakat Pringsewu, khususnya para pejuang pendiri. Mereka para panitia HUT adalah milik pejabat-pejabat pendatang yang ada di Pringsewu karena saat kerja saja mendominasi semua kegiatan ultah tanpa melibatkan masyarakat Pringsewu dan rakyat Pringsewu cuma jadi penonton di kandangnya sendiri,” ungkapnya.

Suyudi mengaku mengaku kecewa terutama warga Pringsewu tidak dilibat terbukti Even Organising(EO) karena semua  dari Bandarlampung seoalah-olah di Pringsewu sudah tidak ada lagi yang berkompeten. Terlebih nilai anggaran HUT sebesar Rp700 juta tersebut tidak melalui proses lelang.

“Yang jelas AMPP mempertanyakan kepada Pemkab Pringsewu kenapa hal seperti ini bisa terjadi,” tegasnya.

Sementara Kabag Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Pringsewu Kudus, belum bisa dikonfrimasi. Bahkan saat dihubungi via telepon juga tidak diangkat. (Sahirun/Juanda)