oleh

Lagi, Limbah RSUDAJ Cemari Sumur Warga

Harianpilar.com, Bandarlampung – DPRD Bandarlampung meminta Rumah Sakit Umum Daerah A Dadi Tjokrodipo (RSUDAJ) bertanggung jawab atas bocornya Instalasi Pegelolaan Air Limbah (IPAL) yang mengakibatkan sumur warga tercemar.

Anggota Komisi IV DPRD Bandarlampung Imam Santoso menilai limbah rumah sakit sangat berbahaya, apalagi kebocoran tersebut sudah mencemari rumah warga, oleh karena itu dirinya meminta pihak rumah sakit harus bertanggung jawab atas tercemarnya sumur warga akibat kebocoran IPAL.

“Itu kan sumur warga di belakang pengelolaan limba tercemar, itu harus diberi bantuan peyaluran air bersih, bahaya itu apalagi itu limbah dari rumah sakit segala peyakit ada di sana. Nah kalau di konsumsi masyarakat apa gak berbahaya,” ujar Imam,  saat dihubungi via telepon, Minggu (15/3/2015).

Bukan hanya itu lanjutnya, pihak rumah sakit juga harus segera memperbaiki IPAL tersebut, apa lagi kebocoran ini bukanlah pertama kali, sebelumnya juga pernah terjadi.

“Walaupun warga itu disalurkan air bersih,  kebocoran itu tetap harus segera diperbaiki karena kalau dibiarkan saja nanti mencemari sumur warga lain,” katanya.

Sebelumnya, Sidik salah seorang warga yang rumahnya berbatasan pagar degan IPAL rumah sakit mengatakan sumurnya tidak dapat dimanfaatkan dikarenakan tercemar air limbah medis RSUDJ.

“Dari dulu sampai sekarang air sumur saya ini tidak dapat diminum karena air limbahnya rembes, coba saja cium kalau nggak percaya. Sejak dibuat IPAL itu air sumur saya nggak pernah saya pakai untuk kebutuhan sehari hari, ” katanya

Sejauh ini lanjut nya pihak RSUDDJ tidak pernah mendatang warga sekitar terkait pencemaran limbah cair dan limbah padat yang dilakukan oleh rumah sakit tersebut.

“Kalau hujan airnya masuk ke dalam rumah, tidak hanya itu musholah Darul Jalal tepat di samping rumah pengolahan air limbah  juga rembes ketika  hujan turun, ” ungkap,

Selain Air sumur miliknya berbau obat pengelolahan limbah padat (Incinerator) milik RSUDDJ tidak berpungsi, tidak berpungsinya Incinerator milik rumah sakit lantaran warga protes karena asap yang dikeluarkan dari hasil pembakaran berwarna hitam dan berbau busuk.

“Incinerator itu kan nggak beroprasi lagi sejak setengah tahun ini, itu karena warga sin proses asapnya hitam berbau busuk kalau lagi pembakaran,” bebernya. (Buchari/Juanda).