Harianpilar.com, Bandarlampung – Rektor IAIN Raden Intan Lampung Mohamad Mukri, memastikan jika bentrok mahasiswa IAIN dengan pihak rektorat tidak akan mengganggu proses transformasi yang bakal direalisasikan tahun ini.
“Itu tidak benar. Tidak ada hubungannya kalau sampai terhambat, trasnsformasi masih berjalan dan hampir difinal (pengesahan). Memang ada hal itu, tapi kita perbaiki. Paling kita akan buat aturan lebih ketat dengan SOP tiap program yang transparan,” ungkap M Mukri, seusai acara pelantikan dekan fakultas dakwah dan ilmu komunikasi (Fadkom) baru di aula rektorat, Jumat (13/3/2015).
Menurutnya, dengan penyelesaian secara damai, kekeluargaan dan persuasif maka kericuhan itu berhenti. Memang pusat mengetahui dan pihaknya sudah menerangkan hal ini hanya mist-komunikasi.
“Tidak ada apa-apa sama kejadian itu, hal itu tidak mengganggu transformasi. Demo itu memang tuntutan di era demokrasi terbuka. Sebagai pimpinan (rektor) harus siap dikritik tentu dengan tidak anarkis. Kita anggap kritik itu vitamin agar tidak terlena dari tiap target pembangunan jelang UIN,” jelasnya.
Memang inti dari kejadian itu karena keterbutuhan komunikasi pihak mahasiswa ketingkat rektorat yang mampet. Tapi hal itu sudah diperbaiki dengan kita terus lakukan mediasi hingga evaluasi ditingkat internal kampus. Bentuknya tiap pihak yang berseteru dimediasi dan diselesaikan secara damai dan kekeluargaan. (Harry/JJ)









