oleh

Proyek Dinas Pertanian Pesawaran Indikasi KKN ‘Berjamaah’

Harianpilar.com, Pesawaran – Satu persatu dugaan penyimpangan dalam sejumlah kegiatan milik Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Pesawaran terus terbongkar. Banyaknya persoalan yang terungkap ini mengindikasikan jika masalah-masalah itu melibatkan banyak pihak, dan kecilkemungkinan hanya dilakukan satu pihak.Indikasi KKN Berjamaan.Benarkah?

Setelah sebelumnya terungkap dugaan pemotongan Dana Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) tahun 2014 hingga program pengadaan bibit padi bersubsidi tahun 2013 yang diduga fiktif. Kini muncul dugaan penyimpangan dalam kegiatan pengadaan handtractor tahun 2014.

Berdasarkan informasi yang di Himpun Harian Pilar, handtractor yang diadaakan pada tahun 2014 itu ternyata hingga kini tidak disalurkan ke masyarakat. Sebaliknya lima Handtractor itu justru disimpan dirumah salah satu oknum di Dinas tersebut.

Saat dikonfirmasi oknum Distanak tersebut mengakui jika masih terdapat lima hanctractor disimpan dirumahnya,”Ya pak, 5 buah hendtractor masih ada dan belum direalisasikan. Katanya belum ada kelompoknya. Saya gak tau apa-apa, saya hanya dititipin aja kok pak,” ujar salah staf Distanak itu.

Masalah ini semakin menguatkan jika pelaksanaan kegiatan-kegiatan milik Distanak Pesawaran bermulur masalah.

Komisi II DPRD Pesawaran langsung bersikap terkait masalah ini. Para wakilrakyat itu langsung melakukan penelusuran kelapangan pada, Kamis (12/3/2015) kemarin.

Ketua Komisi II DPRD Pesawaran, Sucipto, mengatakan, pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin mencari dan mengumpulkan data terkait kegiatan Distanak itu.

“Kami turun ini terkait adanya pemberitaan dan laporan adanya keluhan beberapa kelompok tani terhadap Distanak Pesawaran, selain keluhan kami juga sempat didatangi beberapa Poktan dan Gapoktan yang melaporkan berbagai masalah Distanak,” tandasnya.

Menurutnya, persoalan ini sangat merugikan masyarakat dan harus segera di tangani.”Jika nantinya memang benar dan kita menemukan bukti adanya tindakan korupsi pada kegiatan-kegiatan Distanak, kami akan melaporkanya ke pihak yang berwajib,” pungkasnya.

Sementara, Kadistanak Pesawaran ketika hendak dikonfirmasi tidak perbah berada ditempat. Begitupun dengan Kabid yang bertangung jawab penuh atas program sejumlah bantuan, sejak awal diturunkannya berita ini belum dapat dikonfirmasi, dan dihubungi melalui ponselnya selalu tidak aktif.

Diberitakan sebelumnya, Perealisasian sejumlah program Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Pesawaran diduga kuat sarat penyimpangan. Mulai dari dugaan pemotongan Dana Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) tahun 2014 hingga program pengadaan bibit padi bersubsidi tahun 2013 yang diduga fiktif.

Untuk SL-PTT diduga kuat ‘digerogoti’oleh oknum di Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Pesawaran. Modusnya, setelah dana tersebut disalurkan langsung ke rekening Kelompok Tani (Poktan) terdapat oknum yang meminta bagian dari Poktan.
Parahnya, dana yang dipotong oleh oknum itu hampir separuh dari total dana SL-PTT setiap kelompoknya.

Sementara, program pengadaan bibit padi tahun 2013 diduga fiktif karena hingga kini kelompok tani belum menerima bibit tersebut. Anehnya, para kelompok tani justru sudah terlebih dahulu diminta menandatangani surat tanda terima meskipun bibit itu hingga kini belum sampai ke petani.

Berdasarkan dokumen yang diperoleh Harian Pilar, proyek Pengadaan Bibit Padi tahun 2013 itu memiliki Kode Kegiatan 2.01.2.01.01.18.02 dan mata anggaran 5.2.2.02.06 dengan nilai Rp150 juta.

“Memang dana SL-PTT yang kami terima Rp1.700.000 langsung kerekening kelompok, namun setelah dana itu kami terima ada Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) yang datang kepada setiap kelompok untuk meminta uang, dan petugas PPL itu mengaku diutus oleh KUPT Pertanian, dan saya sendiri memberikan Rp500 000,”ujar Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Andanjejama Desa Penengahan Kecamatan Waykhilau Kabupaten Pesawaran Heri, belum lama ini.

Terkait bantuan bibit padi, lanjutnya, pihaknya juga belummenerimabibit tersebut. Namun, pihaknya sudah diminta menandatangani surat tanda terima oleh PPL,”Kita sudah lama diminta tandatangan tanda terima di atas materai. Namun, bantuan bibitnya belum juga kami terima,” keluhnya.

Menurutnya, yang sudah menandatangani peryataan untuk penerima bantuan itu adalah Kelompok Tani Kejadian, Sederhana, Cahaya Abadi, dan Kelompok Tani Kandis Jaya Desa Penengahan. Kesemua kelompok tani hingga kini belum menerima bantuan bibit tahun 2013 tersebut.

“Kami belum pernah dapat bantuan apa pun hingga saat ini, sekali dapat 2 program ini juga dikorupsi,”pungkasnya.(Fahmi/Juanda)