oleh

Soal Pasar Terpadu, Perlu Pembahasan Bersama

Harianpilar.com, Metro – DPRD Kota Metro mendorong adanya pembahasan bersama terkait pembangunan Pasar Terpadu antara pedagang dengan Pemkot. Upaya ini untuk menghindari kemungkinan timbulnya masalah baru yang bisa merugikan pedagang.

“Terkait program pemerintah atas pembangunan pasar terpadu, pihak DPRD sangat menganggap perlu membahas bersama dengan pihak Dinas Pasar dan Bappeda terkait, sesuai dengan permintaan para pedagang serta para sopir angkot yang menjadi keluhan,” kata Ketua DPRD Kota Metro Anna Morinda, di sela hearing dengan Dinas Pasar dan Bappeda,  Senin (9/3/2015).

Menurut Anna,  hearing yang digelar merupakan tindak lanjut dari pembahasan rapat komisi dan memang ada masukan dari para pedagang dan para sopir angkot terkait pembangunan pasar terpadu kopindo, efek eksesnya tidak begitu baik.

“Maka  perlu adanya pembahasan guna mengambil formula dan strategi yang mana dapat menjawab semua persoalan yang ada atas pembangunan pasar tersebut. Dan pemerintah harus segera mengambil langkah-langkah yang bijak, agar persoalan yang timbul dapat diminimalisir sedini mungkin,” jelasnya.

Dengan demikian, lanjut Anna, semua dampak yang memang menjadi kendala akan terselesaikan. Tentunya perlu adanya koordinasi dan kerjasama agar proses pembangunan yang ada dapat cepat terselesaikan dengan tepat waktu.

“Sesegera mungkin kita harus selesaikan, semua yang menjadi acuan dan masukan perlu di kaji. Agar tepat waktu dan lancar, sehingga masyarakat utamanya pedagang tidak terlalu lama mengalami resah. Inilah inti garis besar hearing yang digelar kali ini,” ungkapnya.

Di sisi lain, selain para pedagang Kopindo yang merasa belum ada arah yang baik dari pemerintah atas pembangunan pasar terpadu, baik dari sisi relokasi dan transparansi pembangunan. Para sopir angkot terminal kota juga merasa dirugikan, dan mengecam akan memangkalkan mobil angkotnya di depan rumah Walikota, karena tidak adanya lagi ruang pangkal angkot menunggu penumpang. (Romzi/JJ).