Harianpilar.com, Bandarlampung – Aktifitas PT Pelindo II lumpuh total, setelah sekitar 500 buruh yang tergabung dalam Asosiasi Pelabuhan Panjang (APP) mogok kerja. Buruh juga menggelar unjuk rasa mendesak penghapusan penggunaaan Share Handling (pelayanan bongkar muat) serta penggunaan Jib Cran (Alat Angkutan Barang). Buruh menilai pemberlakukan Share Handling merugikan buruh.
“Kami tidak menolak itu, cuma kami kan menginginkan keringanan, apabila 70;30 nggak apa, cuma kan nggak begitu. Ada yang harus pake jib cran, dan harus pake cran kapal. Ini kan tebang pilih, seharusnya nggak gitu lah,” ungkap Koordinator APP Suherman, usai gelar pertemuan dengan perwakilan PT Pelindo, Senin (9/3/2015).
“Iya dipersulit, kalau nggak pake Jib Cran juga kita sandarnya dipersulit, ini berjalan sudah dari 2013,” ungkap Suherman, di sela-sela unjuk rasa depan kantor Pelindo II Panjang, Bandarlampung, seraya menegaskan jika PT Pelindo juga mempersulit kapal-kapal yang ingin bersandar apabila tidak menggunakan Jib Cran.
Suherman juga mengancam akan kembali melakukan mogok kerja serta menggelar unjuk rasa dengan massa yang lebih besar, jika dalam 3 hari ke depan PT Pelindo II tidak mengindahkan tuntutan buruh.
“Kita lihat 3 hari, kalau tiga hari tidak bergeming berarti mereka yang memutuskan perekonomian Lampung, karena perekonomian Lampung ini ada di Pelindo ini,” paparnya.
Setelah berorasi, akhirnya perwakilan buruh menggelar pertemuan dengan pihak Pelindo II, namun pertemuan itu berakhir deadlock.
“Hasilnya deadlock, yang jelas kami adalah harga mati, tidak ada tawar menawar lagi terhadap tuntutan kami,” kata Suherman.
Secara tegas buruh menuntut penghapusan share handling, menghapuskan kewajiban penggunaan jib crane untuk setiap kapal sandar. Selain itu, Divisi Usaha Terminal PT Pelindo II menghentikan kegiatan/bongkar muat dan buruh juga menuntut PT Pelindo menghentikan rencana pengoperasian armada truk angkutan.
Kepala Pengamanan Pelindo II Panjang, Bandarlampung Krsitianto, menegaskan jika aktifitas bongkar muat lumpuh total.
“Kegiatan bongkar muat mati semua, cuma pupuk sama pertamina yang jalan , karena mereka pemerintah bukan swasta,” ungkapnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pelindo II belum dapat dikonfirmasi.
“Nggak ada di ruangan Mas, lagi rapat di rumah dinas, kata staf yang di atas,” ujar salah seorang staf Pelindo II. (Buchari/Juanda)









