Harianpilar.com, Bandarlampung – Gubernur Lampung M Ridho Ficardo berharap stakeholder untuk tetap menjaga asset eks Dipasena, selain itu para petani tambak agar tetap berkarya secara maksimal dengan menerapkan teknologi budidaya udang secara baik.
“Berharap agar stakeholder untuk tetap menjaga aset eks Dipasena dan para petani diharapkan tetap berkarya,” kata gubernur, saat mendampingi Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti, Rabu (4/2/2015) di Kawasan Tambak Kampung Bumi Dipasena, Tulangbawang.
Terkait kunjungan Menteri Kalautan dan Perikanan itu, Kabiro Humas dan Protokol Provinsi Lampung Sumarju mengatakan, bahwa sumberdaya kelautan dan perikanan Provinsi Lampung cukup melimpah.
” Dengan demikian tingkat kesejahteraan petani tambak cepat meningkat, diharapkan untuk kedepan para petani juga bisa terus meningkatkan hasil tambak mereka, dan bisa mengembalikan kejayaan Dipasena seperti di tahun 90,” jelasnya melalui telepon selulernya, Rabu (4/3/2015).
Dipaparkannya, Provinsi Lampung memiliki luas wilayah 60.000 Km2 yang terdiri dari daratan 35.376,5 Km2 dan Laut 24.820 Km2. Garis pantai 1.105 Km dan terdapat pulau pulau kecil sebanyak 132 pulau.
Juga terdapat Teluk Semangka dan Teluk Lampung dan 6 sungai besar yaitu Way Sekampung, Way Mesuji, Way Seputih, Way Tulang Bawang, Way Semangka Dan Way Jepara. Lampung sebagai penghasil udang terbesar yang berkontribusi sebesar 60% Nasional. Lahan tambak yang belum termanfaatkan dengan baik seluas 31.801,78Ha dan yang sudah dimanfaatkan seluas 38.062,76 Ha.
Kabupaten Tulangbawang khususnya Kampung Dipasena merupakan 43% dari lahan tambak aktif di Propinsi Lampung. Sedangkan nilai ekspor ikan dan udang selama tahun 2014 sebanyak US$ 213,1 Juta sedangkan pada Bulan Desember 2014 mengalami peningkatan ekspor sebesar 25,74% (US$ 4,3 juta). Ikan dan udang menyumbang kontribusi ekspor Provinsi Lampung sebesar 5,74%.
Nilai Tukar Petani (NTP) sektor perikanan tangkap sebesar 107,57 dan perikanan budidaya sebesar 97,37. M.Ridho Ficardo selanjutnya mengataka bahwa Tambak Dipasena pada tahun 90an merupakan Kawasan Minapolitan terbesar di Asia.
” Oleh karena itu dengan kedatangan Ibu Menteri Kelautan dan Perikanan diharapkan sebagai penyemangat dan sekaligus pendorong petani tambak Dipasena mencapai kejayaan ya kembali yaitu dengan program normalisasi kawasan exs Dipasena,” ujarnya.
Selanjutnya mantan Sekretaris Diskominfo Provinsi Lampung itu juga menjelaskan, gubernur Lampung juga berharap agar stakeholder untuk tetap menjaga aset exs Dipasena. Kepada para petani tambak agar tetap berkarya secara maksimal dengan menerapkan teknologi budidaya udang secara baik.
Dengan kunjungan menteri kelautan dan perikanan ke provinsi Lampung ini juga bisa membantu kesulitan para petani tambak. Sebelumnya diketahui sudah berapa tahun ini tambak udang di Lampung mengalami penurunan yang sangat drastis karena memiliki banyak permasalahan. (Fitri/JJ).









