oleh

Waspada, Begal Bersenpi ‘Gentanyangan‘

Harianpilar.com, Lampung Utara – Kondisi keamanan di Lampung Utara (Lampura) terasa mulai  memprihatinkan. Dengan kata lain, Lampura kini makin rawan saja. Buktinya, Selasa (3/3/2015) dalam sehari saja terjadi 4 aksi tindak kejahatan berupa pencurian dengan kekerasan (Curas) alias begal pada lokasi yang berbeda. Mirisnya, di antara pelakunya, ada yang menggunakan senjata api rakitan (Senpira) dalam melancarkan aksi kejahatan di jalan raya itu. Hal ini diketahui, dari laporan para korban di Mapolres Lampura sesaat setelah kejadian.

Kejadian pertama dialami korban Djohan Yusuf (24) warga Raden Intan Gang Tulangbawang I, Kotabumi, Lampura. Pria ini mendatangi sentra pelayanan kepolisian (SPK),  untuk melaporkan aksi kawanan begal yang merampas motornya. Di mana berdasarkan nomor laporan : LP/565/ III/2015/Polda Lampung/Res-LU tertanggal 3 Maret 2015 itu dijelaskan ikhwal kejadian yang menimpa korban.

Di mana sekitar pukul 04.30 WIB Djohan Yusuf yang mengendarai Yamaha Jupiter Z BE 7875 JW dikejar, dipepet, dan dihadang dua orang pelaku yang mengendarai Honda Beat warna putih. Tepat di Jalan Raden Intan depan Rumah Dinas Bank BNI, Gang Tulang Bawang I, Kotabumi Korban dihentikan oleh para pelaku yang kemudian mengayunkan senjata tajam (Sajam) berupa golok kearah korban.

Beruntung sabetan senjata tajam itu tidak mengenai korban. “Saya dari Rumah Sakit  Ryacudu Kotabumi hendak pulang kerumah,  setiba di depan Rumah Dinas Bank BNI, Gang Tulang Bawang I, Kotabumi motor saya dipepet dan dihadang dua orang yang mengendarai Honda Beat warna putih serta salah seorang mengayunkan, goloknya beruntung tidak mengenai saya,” ujar Djohan Yusuf di Mapolres setempat usai menjalani pemeriksaan.

Dijelaskannya, dua orang yang diduga pelaku begal meminta korban untuk pergi jika tidak ingin mati dengan menunjukan golok dan senjata api (Senpi),”Karena saya takut terjadi apa-apa saya biarkan saja motor dibawa kabur para pelaku menuju arah pasar dekon Kotabumi,”jelasnya.

Peristiwa lainnya menimpa  Nasarrudin  (45) Warga Rejosari, Kotabumi, Lampura yang saat itu berboncengan dengan istri Meylena (42). Sekita pukul 05.30 Wib Korban  mengendarai Honda Revo A 3747 VR, hendak menuju  Pasar Sentral Kotabumi.

Namun di Jalan Soekarno Hatta tepatnya di depan Gang Bangau V, Kotabumi,, tiba-tiba korban dihadang dua orang pelaku dengan mengacungkan golok dan senpi meminta korban untuk berhenti. Dengan ancaman golok dan senpi, korban membiarkan kuda besinya dibawa kabur para pelaku.

”Para pelaku meminta saya untuk pergi, para pelaku mengancam dengan golok dan senpi. Istri saya pun ketakutan, karena takut kami biarkan kawanan begal itu membawa kabur motor saya,” paparnya. Penjelasan korban ini sesuai dengan surat tanda nomor laporan LP/569/III/2015/Polda Lampung/Res-LU.

Aksi begal lainnya  menimpa korban Umiyati (48) Warga Komplek Geofisika, Raden Intan, Kotabumi Selatan, Lampura.

Di mana berdasarkan  surat tanda nomor laporan LP/563/III/2015/Polda Lampung/Res-LU, korban yang mengendarai Honda Blade BE 6847 JT setiba di Desa Mulang Maya, Simpang Gunung Angger, Kotabumi Selatan, Lampura sekitar pukul 05.30 Wib. Korban dikejar, dipepet dan dihadang enam orang pelaku.   Dengan mengancam korban menggunakan senjata tajam dan senjata api, korban terpaksa merelakan  Honda Blade korban dan tas yang berisikan uang tunai Rp 500 ribu serta handphone Blackberry dibawa kabur kawan pelaku.

Peristiwa lain juga terjadi sekira pukul 07.30 Wib di Dusun Talang Batin,  dekat pabrik sinar laut, Kali Cinta, Kotabumi  Ilir,Lampura. Ahmadi (18), Warga Way Abung 3 Isorejo, Bunga Mayang, Lampura menjadi korbannya. (Iswan/Hery/Juanda)