oleh

Pelajar Galang Koin Untuk Kedubes Australia

Harianpilar.com, Bandarlampung – Stetmen Kedutaan Besar (Kedubes) Australia yang mengungkit bantuan negaranya kepada korban Tsunami Aceh mengundang reaksi tegas sejumlah pelajar di Provinsi Lampung.

Terlebih stetemen ini mengarah kepada eksekusi mati dua warga Australia.

Puncaknya, Selasa (3/3/2015) sejumlah pelajar SMK Penerbangan Raden Intan Bandarlampung menggelar aksi pengumpulan  uang koin di sejumlah titik di kota Bandarlampung yakni, di Bundaran Gajah, Mall Bumi Kedaton (MBK) dan jalur dua jalan Ki Maja.

Kepala SMKP Raden Intan Bandarlampung, Suprihatin mengatakan, aksi pengumpulan koin yang dilakukan oleh siswanya tersebut merupakan spontanitas dari para siswa, karena siswa tidak ingin negaranya diinjak-injak atupun di oleh negara lain

“Ya, ini spontanitas para siswa karena hal yang diucapkan oleh Kedubes Australia tersebut sudah menyangkut harga diri dari negara Republik Indonesia,” ungkapnya, Selasa (3/3/2015).

Adapun, kegiatan pengumpulan koin ini dilakukan seusai kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah. Dalam aksi pengumpulan koin tersebut  telah berlangsung dari hari Senin (2/3/2015) hingga Jumat (6/3/2015) mendatang. Lanjutnya, untuk titik pengumpulan koin tersebut dilakukan di Bundaran Gajah, Bumi Mall Kedaton dan lampu merah kimaja

“Untuk 1 titik terdapat sebanyak 6-7 siswa. Saya sangat mengapresiasi kepada para siswa yang dengan spontanitas mau melakukan aksi pengumpulan koint yang nantinya akan dikirim ke Kedubes Australia,” jelasnya.

Ia menambahkan, aksi yang dilakukan oleh siswa ini sangat baik sekali dan dirinya sangat mendukung sekali, karena dengan membela harga diri bangsa merupakan salah satu bentuk dari mengimplementasikan 4 pilar kehidupan berbangsa dan karakter siswa

“Maka dari itu, saya meminta dukungannya baik dari pemerintah provinsi ataupun pemerintah kota untuk dapat mendukung dan membantu para siswa agar dapat mengirimkan secara langsung hasil dari pengumpulan koin tersebut ke Kedubes Australia yang ada di Jakarta, seperti pihak Pemkot ataupun Pemprov dapat memfasilitasi transportasi kepada siswanya agar dapat mengirimkan langsung koint-koin yang telah dikumpulkan oleh para siswa,” terangnya.

Ia juga meminta kepada pemerintah provinsi maupun pemerintah kota untuk ikut andil untuk dapat membantu para siswa dengan cara menyiapkan transportasi untuk mengirimkan koint tersebut langsung ke Kedubes Australia

“Kalo anak-anak saja bisa melakukan aksi pengumpulan koin demi membela nama baik negara kenapa pemerintah kota ataupun pemerintah provinsi tidak mau membantu dan perduli, itukan aneh,” tegasnya. (Harry/JJ).