Harianpilar.com, Lampung Selatan – Ternyata hampir setiap tahun proyek Dinas Pekerjaan Umum (PU) Lampung Selatan (Lamsel) ditangrai bermasalah. Kondisi itu di nilai oleh DPRD setempat menjadi ‘citra buruk’ Pemerintahan Lamsel. Mengingat jalan poros merupakan program unggulan Pemkab setempat.
Berdasarkan penelusuran Harian Pilar, tidak hanya proyek-proyek tahun 2014 yang ditangrai bermasalah. Proyek-proyek tahun 2013 juga diduga kuat bermasalah, seperti Proyek Rehabilitasi jalan sampai dengan Latasir jalan lingkungan Desa Sukaratu Kecamatan Kalianda yang dilaksanakan oleh CV. Tajimalela senilai Rp496 juta, Proyek Rehabilitasi Jalan sampai Latasir Jalan Lingkungan Komplek Jati Indah – Korpri yang dilaksanakan oleh CV. Bayu Jaya senilai Rp596 juta. Kondisi proyek tahun 2013 ini tak jauh berbeda dengan kondisi proyek tahun 2014. Kini kedua jalan itu sudah mengalami kerusakan yang cukup parah, akibat pengerjaan yang terindikasi tidak sesuai spesifikasi di kontrak sehingga kualitasnya buruk.
Kondisi proyek tahun 2013 ini semakin menguatkan indikasi penyimpangan proyek Dinas PU Lamsel yang hampir terjadi setiap tahun. Seperti proyek tahun 2014 yang baru seumur jagung namun mulai mengalami kerusakan.Seperti proyek Peningkatan Jalan Jurusan Sidomulyo – Sidoharjo – Palas Aji senilai Rp12 miliar yang dikerjakan PT. Karya Kamefada Wijaya Indonesia, proyek peningkatan jalan Hotmix jurusan simpang 4 Raden Intan sampai dengan Simpang 4 kubu panglima senilai Rp 1.6 milyar dikerjakan oleh CV. Dua Saudara Putra, Peningkatan jalan sampai lapen Jalan Kemiri Desa Merak Batin Kecamatan Natar senilai Rp 230 juta dikerjakan CV. Way Seputih.
Masalah ini mendapat sorotan tajam dari kalangan DPRD Lamsel. “Sungguh ironis kalau proyek-proyek tahun 2014 yang baru seumur jagung sudah rusak lagi,” tegas Wakil Ketua Komisi C DPRD Lamsel, Ahmad Muslim, diruangannya, Senin (2/3/2015).
Menurut Ahmad Muslim, pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan pihak Dinas PU Lamsel dan akan turun meninjau lokasi jalan-jalan tersebut,”Ini adalah citra buruk untuk pemerintah Lamsel. Proyek-proyek jalan tersebut baru seumur jagung sudah rusak, padahal jalan poros ini adalah salah satu program unggulan Pemkab Lamsel,” cetusnya.
Sementara, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum (PU) Lamsel, Destrinal AZ, mengaku berterima kasih atas adanya pemberitaan tersebut, dengan adanya masukan itu pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan pihak rekanan, karena seluruh proyek yang diberitakan tersebut masih dalam masa pemeliharaan, “Semuanya masih massa pemeliharaan (FHO), sehingga masih bisa diperbaiki lagi, kami akan meminta para rekanan segera memperbaiki jalan-jalan yang rusak tersebut,” kata Destrinal.
Destrinal mengakui jika jalan poros merupakan program unggulan pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.
Diberitakan sebelumnya, sejumlah proyek milik Dinas Pekerjaan Umum (PU) Lampung Selatan (Lamsel) tahun 2014 diduga kuat sarat penyimpangan. Hal itu sangat terlihat dari ‘buruk rupa’ proyek-proyek tersebut.
Seperti proyek Peningkatan Jalan Jurusan Sidomulyo – Sidoharjo – Palas Aji yang dikerjakan PT Karya Kamefada Wijaya Indonesia ini, meski menelan anggaran hingga Rp12 miliar lebih namun kondisinya kini sangat memprihatinkan.
Warga Desa Sidoharjo Kecamatan Waypanji Kabupaten Lampung Selatan,Nursandy, mengatakan, perbaikan jalan tersebut baru selesai pada akhir bulan Desember 2014 yang lalu, tetapi kondisi jalan sudah mulai rusak lagi,”Kalau dari pasar Patok Desa Sidoharjo hanya kiri dan kanannya saja yang dilebarkan sekitar kurang lebih satu meter dan yang lainnya hanya ditambal sulam saja, itu pun jalannya sudah banyak yang terkelupas lagi,” terangnya, saat ditemui tim Harian Pilar dilokasi jalan itu, baru-baru ini.
Parahnya, dalam melaukan proses pelebaran langsung dikasih batu split setelah itu langsung ditimpah aspal, “Kalau menurut saya ini kurang aspalnya, karena baru beberapa bulan saja jalan itu sudah rusak lagi dan batu terpisah dengan aspalnya, perkiraan saya jalan tersebut hanya mampu bertahan sebentar, pasti kondisinya sama seperti belum diperbaiki, bahkan kalau yang kearah Palas tepatnya di Desa Sidomakmur dan Marga Catur hanya ditambal saja tidak dilebarkan,” tambahnya.
Kondisi takjauh berbeda terjadi pada proyek Peningkatan jalan Hotmix Jurusan Simpang 4 Raden Intan sampai dengan Simpang 4 Kubu Panglima senilai Rp 1.6 milyar yang dikerjakan oleh CV. Dua Saudara Putra. Kondisi jalan ini mulai hancur dan berlobang cukup parah. Meski menelan anggaran hingga Rp1,6 miliar namun kualitas jalan ini jauh dari kata memadai.
Kondisi lebih parah terjadi pada proyek Peningkatan jalan sampai lapen Jalan Kemiri Desa Merak Batin Kecamatan Natar senilai Rp 230 juta. Proyek yang dikerjakan CV. Way Seputih sangat memprihatinkan, selain mengalami kerusakan juga mulai ditumbuh rumput dibadan jalan akibat aspalnya yang sangat tipis. (Saiful/Juanda)









