Harianpilar.com, Tanggamus – Pemerinta Kabupaten (Pemkab) Tanggamus siap menggelar operasi pasar (OP) secepatnya menyikapi tingginya harga beras saat ini. OP juga dilakukan Pemkab Lampung dalam rangka menekan tingginya kenaikan harga beras.
Kasusbag Monitoring dan Evaluasi Adi Nugroho, mewakili Kabag Ekobang mengatakan, saat ini pihaknya telah menyosialisasikan permintaan operasi beras ke camat-camat. Selanjutnya tinggal camat mengusulkan waktu rencana digelarnya operasi, lokasi, dan berapa kebutuhan beras yang diinginkan.
Operasi pasar akan digelar bersama Badan Urusan Logistik (Bulog) sebagai penyedia beras pemerintah. “Jadi tiap kecamatan usulkan dulu permintaan operasi pasar, nantinya kami teruskan ke Bulog untuk menyediakan stoknya, terus mengirim ke lokasi yang ditentukan pihak kecamatan. Ini terbuka untuk 20 kecamatan,” kata Nugroho, Minggu (1/3/2015)
Kemudian terkait kuota beras yang dipersiapkan, ia mengaku belum tahu, namun diupayakan sesuai dengan permintaan. Maka pihak kecamatan harus tahu kebutuhan pasti beras yang diinginkan. Jangan sampai sudah membawa beras ke lokasi, ternyata sampai di sana berasnya kurang. Bisa juga sebaliknya sudah membawa banyak tapi di lapangan, tidak ada yang menebusnya.
“Harga tebusnya Rp 7.500 per kg, sesuai harga ketetapan Bulog. Dan harga itu bukan harga subsidi, maka siapa saja boleh membelinya, ini operasi beras untuk umum bukan bagi warga miskin saja, “terang Nugoroho.
Ia juga menjelaskan, semakin cepat pihak kecamatan mengusulkan permintaan operasi, semakin cepat operasi digelar. Jadi setiap usulan langsung ditindaklanjuti, tidak ditampung lagi, sebab jika lama-lama harga beras semakin tinggi.
Harapannya usulan permintaan operasi sudah ada yang masuk pekan depan dan langsung operasi. Lalu Nugroho berharap, agar harga beras tindak naik lagi sebab sekarang ini sekitar 20 ton beras miskin (Raskin) sudah disalurkan. Dari penyaluran itulah maka permintaan untuk beras di pasaran berkurang sehingga harga bisa turun.
Sementara itu Kepala Badan Ketahanan Pangan Tanggamus Suhartono mengaku, tingginya harga beras karena dari awal harga gabah sudah tinggi, yakni kisaran Rp 6.000 per kg. “Sekarang ini harga gabah sudah tinggi dari tingkat petani, kalau yang lalu-lalu Rp 4.700 per kg gabah, sekarang ini jadi Rp 6.000 per kg. Kenaikan ini termasuk normal karena tidak sampai 30 persen,” ujarnya.
Secara data, di Tanggamus mengalami surplus produksi beras. Selama tahun 2014 produksi beras 211,148 ton dan kebutuhan konsumsi perkiraanya sebanyak 58 ton.
Dari Lampung Utara (Lampura), Kabag Perekonomian Pemkab Lampura, Afridi Sastra menerangkan, operasi pasar beras kali ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan, adapun pelaksanaannya diperbantukan oleh pihak Badan Urusan Logistik dan Sub Divre setempat.
“Oprasi pasar beras ini kita lakukan di Pasar Sentral Kotabumi,” ujarnya, Jum’at (27/2/2015).
Dijelaskannya, kedepannya kegiatan tersebut akan dilangsungkan diseluruh pasar tradisional yang ada, adapun pelaksanaannya akan dilakukan secara bergilir hingga batas waktu yang tidak ditentukan atau hingga harga beras normal kembali.
“Pelaksanaan operasi pasar beras, sampai dengan harga beras turun dan normal,” ucapnya.
Dirinya mengatakan, pada pelaksanaan hari ini, Bulog Lampura menyiapkan beras raskin kualitas Medium, sebanyak satu ton dan beras tersebut ditujukan untuk masyarakat yang kurang mampu. “Beras yang kita sediakan untuk masyarakat ekonomi menengah kebawah,” ucapnya. (Imron/Iswant/Hery/JJ)









