Harianpilar.com, Lampung Utara – Meski telah dilakukan berbagai upaya pencegahan termasuk memberantas sarang nyamuk, namun beberapa kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Kabupaten Lampung Utara (Lampura), masih juga ditemukan. Bahkan, berdasarkan data Dinas Kesehatan setempat, sepanjang bulan Februari, jumlah penderita akibat virus dengue melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti ini, meningkat dibandingkan pada bulan Januari.
Ancaman penyebaran DBD juga terjadi di kabupaten Tanggamus. Tercatat hingga akhir Februari terdapat 37 kasus DBD.
Di mana pada Januari lalu korban DBD di Lampura mencapai 21 orang dan jumlah tersebut meningkat di Febuari ini yaitu 59 orang. Itu artinya dalam 2 bulan terakhir saja korban DBD mencapai 80 orang.
“Memang terjadi peningkatan jumlah kasus DBD dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Beruntungnya para korban dapat segera diatasi dan semua korban telah kembali kerumah dan dalam masa pemulihan. “ujar Kepala Bidang (Kabid) P2PL Diskes Lampura Neli Kusriyanti, Minggu (1/3/2015).
Menurut Neli, jumlah tersebut berdasarkan data yang diperoleh dari pihak Rumah Sakit (RS), baik RSU Kotabumi, RS Handayani, dan beberapa RS yang ada di Bandarlampung. Tentunya kenyataan itu semakin membuat Diskes Lampura berupaya semaksimal mungkin untuk mengatasi penyebaran penyakit tersebut.
“Mau bagaimana lagi, kita sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi namanya musibah tidak dapat kita elakan. Yang jelas kita akan terus berupaya semaksimal mungkin,” jelasnya.
Namun demikian, pihaknya memprediksi di bulan mendatang serangan wabah DBD tersebut akan menurun, bahkan penurunan mencapai 50% dari sebelumnya. Hal itu berdasarkan adanya berbagai upaya yang dilakukan dalam hal Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) mulai dari pembagian Abate, kegiatan Foging, kegiatan Jum’at bersih, penyuluhan kepada masyarakat, dan lain sebagainya.
“Dengan berbaga upaya tersebut, kita berharap kasus DBD semakin menurun dan tidak lagi ditemukan di Lampura,” ujarnya.
Dari Kabupaten Tanggamus, Kepala Dinas Kesehatan Tanggamus, Sukisno mengatakan, saat ini memang kasus DBD terus naik seiring dengan musim penghujan yang dapat memudahkan penyebaran virus dangue tersebut.
“Kejadian yang selama ini terjadi masih tetap di kecamatan-kecamatan yang rawan akan DBD, seperti daerah padat penduduk dan daerah yang warganya banyak beraktifitas di luar rumah,” katanya, Minggu (1/3/2015).
Harapan masyarakat terus melakukan 3 M, berupa Menguras tempat penampungan air, Menutup tempat penampungan air dan Mengubur barang bekas yang bisa menampung air. Selain itu juga dapat menggunakan lotion anti nyamuk, agar dapat terhindar dari gigitan nyamuk.
Lalu rincian 37 kasus tersebut yaitu di Kecamatan Kota Agung delapan kasus, Kecamatan Gisting 11 kasus, Kecamatan Pulau Panggung dua kasus, Kecamatan Wonosobo tiga kasus, Kecamatan Bulok tiga kasus, Kecamatan Gunung Alip satu kasus, Kecamatan Semaka satu kasus, kecamatan Pasar Simpang empat kasus, dan dari kecamatan Pugung empat kasus.
“Dari semuanya ada dua penderita yang meninggal dunia yaitu di kecamatan Kota Agung.” pungkasnya. (Iswant/Hery/Imron/Juanda).









