oleh

Warga Keluhkan Kenaikan Harga Beras

Harianpilar.com, Lampung Utara – Harga beras terus melonjak di berbagai pasar yang ada di Kabupaten Lampung Utara. Masyarakat pun mulai mengeluhkan karena kenaikan harga bahan makanan pokok itu semakin memberatkan.

Tercatat harga beras kualitas terjelek saja sudah mencapai Rp 10.200/kilogramnya. Kenaikannya rata-rata Rp 1.500 sampai Rp 2.000 per kilogram untuk berbagai jenis.

Kepada Harian Pilar, Ahen pemilik toko beras Sumber Rejeki di bilangan Pasar Pagi Kotabumi mengatakan, sesungguhnya kenaikan harga beras telah terjadi sejak bulan November 2014 lalu.

Namun kenaikan yang terjadi tidak sedrastis seperti dalam satu bulan belakangan. Dimana harga beras  terus merayap hingga saat ini kenaikannya. Ia sendiri tidak mengetahui secara pasti penyebab kenaikan tersebut. Sebab dirinya mengambil beras dari agen yang biasa mendistribusikan beras ke tokonya.

Lantaran harga yang diberikan agen naik, terpaksa ia menjual beras pada masyarakat dengan harga yang mengikuti kenaikan dari agennya. ”Saya gak tahu pasti apa sebabnya harga beras jadi naik.

Namun dari  informasi yang saya dengar penyebab kenaikan harga beras dikarenakan stok menipis dan tidak ada panen di Lampung,”ujar Ahen, Rabu (25/2/2015).

Dijelaskannya, untuk harga beras saat ini seperti beras kwalitas satu yakni Rp 13.000/kilogram, kwalitas dua Rp 11.500/kilogram, kualitas tiga Rp 11.000/kilogram.

”Sebelum ada kenaikan, harga beras kelas satu saja Rp 10.000/kilogram. Sekarang harga beras asalan saja sudah mencapai Rp10.200/kilogramnya,” jelasnya.

Diterangkannya, dirinya melakukan order beras pada agen dari luar Provinsi Lampung seperti di antaranya order dari Medan. Tentu saja harga yang dipatok oleh para agen atau distributor harus ia sesuaikan agar tidak merugi. Dengan kenaikan harga yang belakangan terjadi, tentu berpengaruh pada omzet penjualan yang terus cenderung turun. Utamanya pada beras kualitas satu. “Dengan kenaikan harga beras saat ini, masyarakat cenderung pada beras kwalitas tiga atau medium,” ujarnya.

Sementara itu salah seorang pembeli, Aisyah warga Way Abung III, Lampura mengatakan dirinya merasa terbebani dengan kenaikan harga beras dan diketahuinya bahwa kenaikan harga beras telah terjadi sejak beberapa bulan yang lalu,”Mau tidak mau Mas, beras kebutuhan pokok jadi harus dibeli meski harganya tinggi. Harapan besar kami, agar harga besar kembali stabil seperti semula,”katanya.

Terpisah Kepala Bagian Ekonomi Pemkab Lampura, Afridi Sastra mengatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Bulog Sub Divre II Lampura untuk melakukan operasi pasar (OP).

”Kami telah koordinasi dengan Bulog, dan atas dasar surat dari Departemen Perindustrian dan Perdagangan (Deprindag) no 1276/M-DAG-SD/2014 terkait Bulog kerjasama dengan Pemda untuk OPS, saya sudah kirim surat ke Bulog untuk OPS tersebut. Maka dalam beberapa hari ini akan digelar OPS ke seluruh pasar se Lampura,” katanya.

Ia juga  menyebutkan bahwa harga beras OPS tersebut Rp 7500/Kilogram dan masyarakat hanya dapat dapat membeli maksimal 5 kilogram saja.(Iswan/Hery)