Harianpilar.com, Tanggamus – Persoalan proyek air bersih milik Dinas Pemukiman dan Pengairan Provinsi Lampung, yang diketahui selama tiga periode dikerjakan selalu ‘Bermasalah’ mendapatkan tanggapan serius dari DPRD Tanggamus. Betapa tidak, hingga kini proyek air bersih yang berada di Pekon Tangkit Serdang, Kecamatan Pugung, Tanggamus itu belum bisa dimanfaatkan warga, padahal proyek tersebut sudah menyerap anggaran hingga miliaran rupiah.
“Ini adalah proyek gagal, jadi kami sebagai wakil rakyat Tanggamus sangat kecewa dengan kegagalan proyek ini, kami akan musyawarahkan dulu dengan rekan-rekan di Komisi III,” tegas Anggota DPRD Kabupaten Tanggamus Ihwani, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (24/2/2015).
DPRD Tanggamus, melalui Komisi III berjanji dalam waktu dekat ini akan meninjau lokasi proyek tersebut.
“Kami akan agendakan untuk meninjau kelokasi proyek tersebut dan akan segera kami panggil rekanan maupun dinas terkait untuk menanyakan mengapa proyek tersebut bisa mengalami kegagalan,kita akan tanyakan ke mereka,” jelas politisi dari Partai PDIP tersebut.
Ia juga mengatakan akan segera mencari penyebab terjadinya kegagalan proyek tersebut.
“Kami akan segera mencari tahu penyebab kegagalan proyek air bersih ini,apa perencanaanya kurang bagus atau pengerjaanya yang salah, karena air bersih ini sangat di butuhkan oleh warga masyarakat tangkit serdang,jadi sangat ironis memang dana milyaran rupiah untuk kepentingan warga terkesan di hambur-hamburkan dan tidak dapat di manfaatkan sama sekali,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, proyek pembangunan air bersih yang merupakan program andalan Dinas Pemukiman dan Pengairan Provinsi Lampung sejak tahun 2012-2014 diduga sarat penyimpangan. Bahkan proyek yang menelan biaya miliaran rupiah itu, hingga kini belum bisa dimanfaatkan masyarakat.
Salah satu proyek yang ditenggarai bermasalah itu yakni, proyek pembangun air bersih di Pekon Tangkit Serdang, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus. Sejak dikerjakan tahun 2012 lalu, hingga kini proyek tersebut belum bisa dimanfaatkan masyarakat, bahkan fisikm proyek tersebut sudah rusak berat.
“Dari awal dikerjakan bak penampungan utama air ini sudah retak dan bocor, jadi gak bisa menampung air untuk di bagikan ke bak-bak kecil untuk dibagikan ke warga. Paralonnya pun sudah banyak yang pecah, jadi proyek miliaran ini terkesan mubazir,” ungkap Kepala Pekon Tangkit Serdang Ihsan, Sabtu (21/2/2015), saat ditemui di kediamannya.
Sementara, tokoh masyarakat Tanggamus Ismail Kardi yang juga mantan anggota DPRD Tanggamus periode 2009-2014 sangat menyayangkan proyek dari Dinas PU Pemukiman dan Pengairan Propinsi Lampung tersebut.
“Sebagai warga Tanggamus saya sangat kecewa dengan pekerjaan proyek air bersih ini, proyek air bersih yang menghabiskan dana milyaran rupiah ini terindikasi dikerjakan asal-asalan. Bagaimana tidak belum saja digunakan namun kerusakan sudah di mana-mana,itu artinya jika pekerjaannya kurang secara kulitas,” ujar Ismail. (Imron/JJ).









