Harianpilar.com, Bandarlampung – Akibat pembatasan jam operasional Warnet oleh Pemerintah Kota Bandarlampung yang dikeluarkan melalui surat edaran walikota, pengusaha warnet harus kehilangan omzetnya hingga 50 persen.
“Kami mendukung program Pemkot, tapi kita sebagai pemilik Warnet juga mengharapkan jangan ada pembatasan jam operasional, ” ujar pemilik Betwin Net Ali Zubaidilah, Senin (23/2/2015) saat ditemui di warnetnya.
Dikatakan Ali, dengan adanya surat edearan tersebut, ia dan beberapa rekannya sesama pengusaha warnet, berinisiatif untuk membentuk Asosiasi Warnet Lampung (Awala), jika asosiasi sudah resmi dibentuk, pihaknya kemudian akan mendiskusikan kebijakan pembatasan jam operasional tersebut, bersama Pemkot.
“Kita bisa mencari solusi bersama, jika ada warnet yang melanggar aturan bisa dikenakan sanski melalui asosiasi. Sehingga pemda tidak perlu lagi mengeluarkan himbauan cukup melalui operasional,” imbuhnya.
Dijelaskannya jika pengusaha warnet di Bandarlampung hanya menginginkan jangan ada pembatasan terhadap jam operasional warnet, pasalnya yang bermain pada malam hari bukan hanya pelajar namun mahasiswa dan pekerja pun kerap bermain game online pada malam hari.
“Tapi kami juga meminta agar pelaku pendidikan yakni pihak sekolah dan pemerintah terutama dapat bersinergi dengan memberikan himbauan kepada murid serta mengawasi secara ketat,” jelasnya.
Hal senada disampaikan, Ketua Pelaksana Pembentukan Asosiasi Warnet Lampung (Awala) Muhammad Imam mengatakan, berawal dari keluhan pengusaha Warnet tentang jam operasional, akhirnya dibentuklah Awala itu pun atas saran Diskominfo Bandarlampung.
“Kami merasa keberatan dengan pembatasan operasional sebab penurunan omzet sudah mencapai 50 persen,” kata dia.
Diungkapkannya, seharusnya Pemkot dapat memutuskan jam operasional tersebut bersama pihak Awala. Jangan langsung memberikan surat himbauan, sebab hal seperti itu langsung membuat omzed menurun.
Terpisah, Kepala Badan Polisi Pamong Praja (Ban Pol PP) Kota Bandarlampung Cik Raden mengatakan, pihaknya tidak membatasi asal jam operasional jika pihak Warnet dapat melakukan kontrol agar Warnet tidak dijadikan tempat berjudi dan mendownload film porno.
“Jadi bukan dibatasi jam warnet, kita masih koordinasi dan undang mereka terkait sosialisasi ini dibahas. Artinya, kita bisa kompromi dan mensinergikan, pastinya akan dilakukan rembuk bersama untuk menjalin komunikasi,” ujar Kepala Banpol PP kota Bandarlampung Cik Raden, Senin (23/2/2015) saat ditemui dilingkungan pemkot
Ia mengungkapkan, pemkot hanya memintya warnet jangan sampai disalahgunakan untuk aktivitas yang bersifat negatif , sementara terkait bilik warnet yang tertutup, pihaknya akan mengintruksikan agar dibuka. (Buchari/JJ).










Komentar