Harianpilar.com, BandarLampung – Target pemerintah pusat untuk memajukan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan memaksimalkan jumlah sekolah tersebut di tiap provinsi hingga kini belum terwujud. Berdasarkan target yang dirancang, perbandingan jumlah SMK dan SMA harus bisa mencapai 70 berbanding 30 di tiap daerah.
Namun berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung, jumlah yang ada malah terbalik, SMA masih jauh lebih tinggi dari SMK.
Tercatat, jumlah SMA di Provinsi Lampung mencapai total 790, sementara untuk SMK baru sekitar 448.
Menanggapi hal ini, Kabid Dikmenti Lampung, Teguh Irianto mengungkapkan, yang menjadi permaslahannya jika jumlah SMK terus ditambah, yakni kemauan para orangtua siswa untuk menyekolahkan anaknya di SMK.
Sebab saat ini pola pikir orangtua masih menilai jika SMK kurang berkelas jika dibanding dengan SMA.
“Ya, kita tahu hingga saat ini orangtua lebih memilih SMA karena menargetkan akan menlanjutkan perkuliahan hingga ke jenjang perguruan tinggi. Sedangkan SMK out put nya untuk menjadi tenaga kerja yang siap pakai,” ungkapnya, Selasa (17/2/2015).
Untuk itu, ia pun mengimbau untuk memenuhi kebutuhan jumlah SMK di Provinsi Lampung. Namun itu pun harus dengan catatan setiap SMK yang akan dibangun terlebih dahulu harus dianalisa kebutuhan di daerah sehingga bisa mendapatkan pekerjaan seusai lulus sekolah. (putra/JJ).









