oleh

Dinkes Lamban Tangani DBD

Harianpilar.com, Pesawaran –¬†Masyarakat Desa Bagelen, Kecamatan Gedongtataan Kabupaten Pesawaran, mengeluhkan belum adanya tindakan dari Dinas Kesehatan Kabupaten setempat, setelah sepekan terahir beberapa orang warga terserang Demam Berdarah Dengue (DBD).

“Saya sesalkan dinas kesehatan pesawaran, yang sangat lamban untuk melakukan pencegehan dbd,”ujar Agus warga setempat, Selasa (17/2/2015)

Tak hanya itu, dia juga mengatakan jarak kantor Diskes ke Desa Bagelen tidak memakan waktu yang lama. Hanya beberapa kilo sampai, tetapi hingga saat ini, belum ada petugas yang datang melakukan pemogingan atau pengasapan di desa tersebut.

Ia juga menyebutkan jumlah penderita DB D di satu dusun desa bagelen lebih dari 10 korban. dimana saat ini masih dirawat dirumah sakit umum pesawaran.

“Saya berharap kepada Bupati Aries Sandi dapat menegur kadiskes yang terkesan lamban dan tidak tanggap,” harapnya.

Bagaimana kami warga tidak takut dan panik ketika mendengar kepastian keluarga positiv terkena DBD, beberapa tahun yang lalu warga desa kami ada yang meningal dunia karna DBD. “Say panik dan takut ketika mendengar kakak saya positif dbd,”katanya lagi.

Terpisah Bidang Pengendalian Penyakit DBD Diskes Kabupaten Pesawaran Dr. Aila mengaku belum mengetahui atau mendapat laporan secara lisan maupun tertulis dari masyarakat atau aparat desa Bagelen.

Hanya saja, pihaknya akan langsung mememerintahkan petugas puskesmas tataan untuk melakukan pengecekan I desa yang dimaksud.

“Kita akan segera melakukan pengecekan didesa Bagelen, dan bilamana dipastikan masih ada yang positif terjangkit nyamuk dbd, saya berjanji akan melangsungkan pemogingan dirumah tempat tinggal penderita,” ujarnya.
Dia juga mengatakan didesa tersebut merupakan wilayah indemis. Untuk itu, pihaknya menghimbau kepada masyarakat agar dapat mencintai lingkungan yang bersih dan sehat.

Dimana dalam melakukan pencegahan penyebaran nyamuk dbd dapat dilakukan 3M+. “Mengubur botol,plastik, drum,perabotan yang tidak layak pakai agar air tidak mudang mengenang dibenda yang tidak lagi digunakan,”harapnya, seraya menambahkan diskes juga akan membagikan abate agar jentik nyamuk mati .

Saat disinggung mengenai salah seorang korban dbd pihaknya menjelaskan tahun lalu ada warga bagelen yang meninggal akibat dbd. Oleh karena ini, pihak Diskes menghimbau masyarakat menciptakan hidup sehat dan lingkungan bersih agar terhindar serangan nyamuk DBD. (Beni/JJ).