oleh

Minim Lahan, Warga Gunakan TPS Gantung

Harianpilar.com, Bandarlampung – Lantaran semakin sulitnya mencari lahan kosong untuk dijadikan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Kota Bandarlampung,  Dinas Kebersihan dan Pertamanan (Disbertam) meyiastinya dengan membuat TPS gantung. Alhasil, tujuh kelurahan di Kecamatan Tanjung karang Pusat telah menerapkan metode ini.

Kepala Bidang Kebersihan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (Disbertam) Kota Bandarlampung Siswanto mengatakan, metode TPS gantung ini diperuntukkan bagi wilayah yang memang tidak memiliki fasilitas lahan TPS, maupun penampungan bak sampah sementara.

“Jumlah TPS gantung di Bandarlampung itu sekitar 20-30an, ya melihat kondisi wilayahnya seperti apa, seperti Tanjungkarang Pusat, itu rata-rata seluruh kelurahan pakai sistem TPS gantung,” ungkapnya, Selasa (10/2/2015).

Lebih lanjut Siswanto menguraikan, sistem TPS gantung ini dinilai lebih efektif ketimbang TPS biasanya, karena menurutnya, para petugas kebersihan tidak bekerja dua kali lagi untuk mengangkut sampah ke dalam mobil.

“Kalau biasanya kan sampah diletakkan oleh petugas sokli begitu saja di TPS, nanti jam berapa petugas Disbertam baru mengangkutnya. Nah, kalau ini kan langsung dari sokli ke petugas Disbertam, jadi meminimalisir sampah yang ada agar tidak menumpuk dan berceceran di jalan, pastinya juga mengurangi bau yang disebabkan oleh tumpukan sampah itu kan,” terangnya.

Saat disinggung mengenai kecukupan armada sampah, Siswanto mengungkapkan, untuk jumlah mobil truk sampah yang saat ini beroperasi setiap harinya, pihak Disbertam memiliki 96 truk.

“Tiap UPT kecamatan punya masing-masing, dan yang mobile dari Disbertam juga ada sendiri. Untuk shiftnya kita bagi jadi 3, shift pagi dari azan shubuh sampai jam 10 pagi, lalu shift kedua dari azan ashar sampai habis magrib, dan yang terakhir setelah azan isya. Tapi kalau yang kecamatan, biasanya kita pakai dua shift saja,” paparnya.

Sementara, Camat Tanjungkarang Pusat Maryamah membenarkan, bahwa di wilayahnya sudah cukup lama menggunakan sistem TPS gantung. Sebab, Maryamah menjelaskan, memang di wilayah TKP kesulitan dalam mencari lahan kosong untuk dijadikan lahan TPS.

“Di seluruh kelurahan sudah ada, mulai dari Gotongroyong, Durianpayung, Palapa, Kaliawi, Kelapatiga, Pasirgintung, Kaliawipersada. Jadi nanti saat truk sampah Disbertam datang, sokli kita sudah nunggu,” ujar Maryamah, Selasa (10/2/2015).

Maryamah mengatakan, untuk kendala dalam pelaksanaan sistem ini, lebih kepada sulitnya mensosialisasikan ke warga untuk mengumpulkan sampah di depan rumah saat shubuh.

“Tapi kita terus beri arahan ke warga, agar lebih pagi lagi taruh sampah di depan rumah, karena sokli juga kan sudah ditetapkan jam pengumpulan sampahnya oleh Disbertam.,” tuturnya (Buchari/JJ).