oleh

Gunadi Ibrahim: Saatnya Kita Penuhi Janji

Harianpilar.com, Bandarlampung – Tak ada kesan mewah dalam perayaan hari lahir (Harlah) Partai Gerindra yang ke – 7 tahun kali ini. Tak ada tenda, musik hingar bingar dan makan besar. Partai berlambang kepala burung garuda itu menggelar syukuran bertajuk “Terima Kasih Indonesia”. Ini adalah momentum bagi Gerindra untuk berterima kasih kepada para kader yang menempakan Gerindra ke peringkat tiga pada pemilu legislatif 2014 lalu.

“Ini acara syukuran sederhana. Di hari ulang tahun ketujuh kita mau bersyukur kepada rakyat Indonesia, yang memenangkan Gerindra,” kata Ketua DPD Gerindra Lampung, Gunadi Ibrahin di Kantor DPD Gerindra Lampung, Minggu (6/2/2015).

Dikatakannya, pada usia tujuh tahun ini partainya telah mengalami progress yang signifikan dimana pada Pileg 2014 telah membawa Gerindra memiliki 73 anggota DPR, 201 anggota DPRD Provinsi dan 1.880 anggota DPRD Kabupaten/Kota.

“Kita punya jumlah kader signifikan. Saatnya kita meningkatkan kinerja dan memenuhi janji, untuk dapat mewujudkan aspirasi masyarakat,” tuturnya.

Di sisi lain, Ketua DPC Gerindra Kota Bandarlampung, Andika Wibawa mengatakan pihaknya bersama Perempuan Indonesia Raya (Pira) pada hari sabtu telah melakukan fogging di dua rukun tetangga (RT) dan sebuah sekolah di Jalan Soekarno Hatta Baruna Jaya, Panjang.

“Hal ini untuk memberantas nyamuk demam berdarah yang saat ini sedang mewabah seiring dengan hadirnya musim penghujan. Mungkin hal kecil tapi memberikan manfaat kepada masyarakat,” kata Andika.

Saat disinggung alasan pihaknya memilih lokasi yang berdekatan dengan pantai atau laut tersebut dalam melakukan fogging, Andika menjelaskan ada sejumlah daerah rawan tersebut sebagian besar berada di wilayah pesisir pantai. Hal tersebut sangat perlu dilakukan mengingat, kondisi sudah berada dalam cuaca pancaroba yang gilirannya sangat memungkinan munculnya penyakitt DBD maupun malaria.

“Termasuk di lingkungan sekolah, ruang kelas yang kurang pencahayaannya, terutama di laci – laci anak didik yang kerap dijadikan sarang nyamuk. Tempat tersebut kerap luput untuk kita perhatikan, sementara mereka itu aset bangsa yang berharga untuk menjadi penerus kita yang sehat,” tuturnya. (Lia/JJ).