Harianpilar.com, Bandarlampung – Sebagai salah satu upaya dalam pencapaian target peningkatan produksi padi sebanyak 1 juta ton sebagaimana amanat Presiden Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya di Propinsi Lampung beberapa waktu yang lalu, kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikulktura Propinsi/Kabupaten/Kota melaksanakan penandatanganan Pakta Integritas dengan Komandan Korem 043 Garuda Hitam dan Komandan Kodim se Propinsi Lampung, di Gedung Pusiban, Kamis (5/2/2015).
Acara tersebut dihadiri oleh Sekretaris Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Republik Indonesia Ir. Sputnik sebagai penanggung jawab progran, anggota Forkopimda, para Komandan Kodim se-Propinsi Lampung, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikulktura Kabupaten/Kota se-Propinsi Lampung, ketua Tim Percepatan Peningkatan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (TP4K).
Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo mengatakan, bahwa Propinsi Lampung memberikan kontribusi nyata terhadap produksi nasional antara lain padi sebanyak 4,5%, jagung 9,51% dan kedelai sebanyak 1,41%. Untuk mencapai upaya produksi 1 juta ton berarti peningkatan 4 kali dari produksi padi dari tahun sebelumnya. Dengan demikian perlu kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas dari kita semua.
“Skenario pencapaian target pencapaian yaitu pada th 2015 produksi padi sebanyak 633.206 ton (63%) gabah kering giling (GKG) dan pada tahun 2016 sebanyak 363.628 ton (37%) GKG,” jelasnya.
Ridho yang juga aktivis Gerakan Pramuka menyambut baik dan menaruh harapan yang sangat tinggi kepada jajaran TNI AD, khususnya Korem 043/Gatam dan Kodim se-Provinsi Lampung, yang telah melakukan kerjasama dalam pengawalan dan pembinaan upaya khusus ( Upsus ) dalam peningkatan produksi padi, jagung, dan kedelai.
“Babinsa bersama-sama PPL nantinya dapat melakukan pendataan, pengawalan dan akselerasi kegiatan Upsus serta evaluasi kinerja sampai tingkat Desa,”ujar Ridho.
Gubernur juga berharap melalui jajaran Korem dan Kodim secara khusus untuk dapat menggerakkan dan memotivasi petani/ kelompok tani untuk melakukan: Tanam Serentak, Perbaikan dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi, Gerakan Pengendalian OPT dan Panen. Disamping itu, perlu didukung dalam pengamanan penyaluran benih, pupuk dan alsintan.
“Jika semua harapan tersebut dapat diwujudkan Lampung akan dapat mencapai peningkatan produksi padi sebesar 4,3 juta ton GKG pada tahun 2016, kita harus bisa bekerjasama dengan semua instansi terkait agar bisa mencapi panen yang lebih baik,” katanya.
Gubernur juga mengucapkan terimakasih atas dukungan Pemerintah Pusat Khususnya Mentri Pertanian yang telah mengalokasikan anggarannya di Propinsi Lampung melalui APBN Th 2015 sebanyak Rp. 346.685.150 terdiri dari refocusing Rp. 115.825.000 APBNP Rp. 230.759.000.
” Disamping itu Pemerintah Pusat juga akan membangun 2 waduk sebagai sumber pengairan tanaman khususnya padi sawah, diharapkan pembangunan bisa selesai di tahun 2016 lebih awal dari tahun yang ditentukan yaitu 2017,dengan adanya waduk itu nantinya pengairan di persawahan bisa lebih baik sehingga menghasilkan panen lebih banyak dan kita juga harus bisa mengatasi wabah tanaman khususnya pada hama padi,”paparnya. (Fitri/JJ).









