oleh

Parpol Setuju Pilkada Digelar Satu Paket Lagi

Harianpilar.com, Bandarlampung – Beberapa partai politik menyetujui jika pemilihan kepala daerah yang masih direvisi di DPR RI bisa dilaksanakan satu paket lagi. Hal ini lantaran dengan pengunduran pelaksanaan pilkada yang akan santer diundur hingga Februari 2016 akan mengalami kekosongan jabatan bupati/walikota definitif.

Hal itu disampaikan  Ketua Dewan Pimpinan Wilyah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera, Gufron Aziz.  Menurutnya, jika dilaksanakan di bulan Februari terlalu lama jangka waktu masa jabatan Pelaksana Tugas (Plt).

“Jika dilaksanakan di akhir tahun (2015) kan tidak terlalu lama Plt nya, terlebih awal bulan biasanya membahas anggaran di kabupaten/kota,” ungkapnya, Kamis (5/2/2015).

Dirinya menambahkan, jika pelaksanaan pilkada tahun 2016 di depalapan kabupaten/kota akan merusak birokasi dipemerintahan. “Sudahlah 2015 saja biar tidak kelamaan Plt,” tegasnya.

Namun saat ditanya terkait Plt akan diangkat sesuai dengan kebijakan Gubernur, dirinya mengatakan Gubernur sangat bijaksana dalam memilih Plt. “Saya kita dia selektif, kendati pemilihan Plt oleh dirinya, dia (Gubernur) tidak akan mengangat Plt dari partainya (Demokrat),” terangnnya.

Dirinya menjelaskan, jika dipilih secara satu paket akan lebih kuat dukungan yang ada dalam pasangan tersebut. “Jika hanya Kepala Daerah (Kada) saja yang dipilih, bakal calon wakilnya hanya menunggu saja jadi tidak efektif dan sifatnya wakil itu hanya bayang-banyang dari wakil saja,” terangnnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPD PDIP Provinsi Lampung, Watoni Nurdin mengungkapkan, pihaknya tidak ada masalah pilkada dilaksanakan satu paket maupun hanya Kada saja. “Kita ikut aturan yang ada saja, dan sampai saat ini kita akan tunggu hasilnya bagaimana,” ungkapnya.

Kendati demikian dirinya lebih memilih satu paket dalam pilkada nanti, hal ini lantaran jika hanya Kada saja, bakal calon tersebut akan memilih partai-partai besar saja dalam pilkada nanti. “Sedangkan partai kecil tidak ada apa-apa, jadi ya lebih baik satu paket biar ada kesenjangan partai,” pungkasnya.

Dilain tempat, pengmat politik Universitas Lampung, Yusdianto sangat mendukung dengan adanya pilkada yang satu paket. Hal ini dikarenakan agar lebih efesien dalam pelaksanaan tugas jika terpilih nanti.

“Jika satu paket masing-masing Kada dan Wakada sudah ada tugasnya masing-masing, namun jika Wakada dipilih Kada terpilih ini akan membebani Wakada,” jelasnya.

Disisi lain, Ketua DPD PDI Perjuangan, Sjachroedin ZP, menyatakan pihaknya tidak terlalu mempermasalahkan kapan digelarnya pesta demokrasi tersebut. Meski memang pihaknya sudah membuka penjaringan dan penyaringan balon kada di sejumlah kabupaten kota. “Saya gak mau ambil pusing, terserah kapan pilkadanya,” tukasnya.

Ia menjelaskan meski pilkada digelar pada 2016 sementara dari partainya nanti telah akan ditetapkan balon kada yang diusung, bukan berarti hal tersebut menutup kemungkinan adanya pergantian balon kada. “Makin lama pelaksanaannya semakin bagus. Semakin terlihat rekam jejak calon. Kalau nanti di tengah jalan ada masalah kan bisa dilakukan penjaringan lagi, namanya politik,” tegasnya. (Lia/JJ).