Harianpilar.com, Bandarlampung – Setelah tiga hari tidak pulang ke rumah, M Kholik (40) warga Jalan Pulau Morotai, Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Sukabumi, Bandarlampung, Rabu (4/2/2015) sekitar pukul 10.30 ditemukan tewas mengembang di Sungai Gunung Camang, Kecamatan Tanjungkarang Timur (TkT), dengan leher terjerat tali. Dugaan sementara, Kholik tewas akibat dibunuh.
Kali pertama mayat Kholik ditemukan oleh Ahmad warga sekitar yang hendak memancing di sungai tersebut.
“Awalnya saya mau mancing tiba- tiba terlihat mayat laki laki mengapung. Saya berlarian ke atas memberitahukan warga, lalu sebagian warga menghubungi pihak yang berwajib,” terangnya.
Sebelum ditemukan tewas, ibu korban Yayat Supriyatun sempat melaporkan kehilangan anggota keluarganya yang bernama M Kholik ke Polresta. Namun belum genap satu jam, kelurga mendapatkan laporan adanya mayat terapung di Sungai Gunung Camang. Setelah mengecek ke lokasi, ternyata mayat tersebut M Kholik, yang diketahui keluar rumah Senin (2/2/2015) malam dengan mobil Avanza Nopol BE 226 YS. Korban mengenakan baju merah putih,celana jeans biru,dan tak lupa mengenakan kacamata.
“Ceritanya,saat itulah ada informasi penemuan mayat di kawasan Sungai Gunung Camang dengan ciri ciri yang sama, kamipun segera menuju lokasi dan melihat Kholik sudah terbujur kaku dengan tali yang masih melekat pada lehernya,” ungkap Yayat.
Kapolsek Tanjungkarang Timur (TkT) Komisaris Heru Adrian, saat berada di lokasi membenarkan adanya penemuan mayat di sungai sekitar Gunung Camang.
“Ya kita temukan mayat dengan tali masih melilit di leher korban,” terangnya.
Dari hasil olah TKP diduga korban dibunuh.
“Apakah korban dibunuh di dekat sungai atau di tempat lain lalu dibuang ke sungai masih dalam penyelidikan petugas. Dugaan kita, korban dibunuh,” tegasnya. (Repi)









