Harianpilar.com, Mesuji – Maraknya pedagang kaki lima yang berjualan di area pasar Simpang Pematang nampaknya mulai membuat resah para pedagang yang selama ini berjualan dikios resmi. Pasalnya pendapatan mereka turun drastis pasca adanya pedagang liar itu. Maraknya PKL tersebut beberapa pedagang telah melaporkan ke pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan Mesuji untuk ditindak lanjuti.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdangan Mesuji Agus Haryanto, mengatakan, pihaknya akan segera mengambil langkah tegas berupa memberikan himbauan kepada para PKL agar segera membongkar lapak dagangannya dengan tengang waktu 1 minggu setelah himbauan tersebut di keluarkan. Selain memberi himbauan ia juga menambahkan bahwa pihaknya akan megusut tuntas masalah PKL yang kian marak berjualan di Pasar Simpang Pematang.
“Jika mereka tidak menghiraukan himbauan kami, maka jagan salahkan kami, jika tempat para PKL tersebut akan kami bongkar secara paksa. Tegas agus Harianto
Sementara Riduan salah satu pedagang mengatakan, sebaiknya para pedagang yang berjualan di pinggiran ruko dan kios agar disarankan untuk masuk kedalam dan berjualan di kios-kios serta ruko yang masih kosong.
“PKL seharusnya bisa berjualan dikios yang masih kosong, agar aktivitas pasar simpang Pemataang tetap berjalan baik dan tidak mubazir serta dapat berfungsi maksimal. Sementara pembangunannya menyerap anggaran miliaran rupiah tidak hanya itu. Drainase dan lahan parkir masih harus dirapikan agar penjual dan pengunjung nyaman disaat bertransaksi. Itu juga yang menjadi kendala, meski Pasar simpang pematang baru diresmikan pada 2014 lalu, tetapi perkonomian masyarakat dapat meningkat,”tukasnya.(*)









