oleh

Banjir dan Longsor Masih Mengintai Warga Tanggamus

Harianpilar.com, Tanggamus – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanggamus mengimbau masyarakat di daerah rawan bencana agar waspada.

Menurut Kepala BPBD Tanggamus Burdani, saat ini intensitas hujan masih tinggi. Dengan demikian maka ancaman banjir dan longsor masih memungkinkan terjadi.
“Jadi harapannya masyarakat waspada, jika ada hujan yang cukup lama maka sebaiknya berjaga, khususnya di daerah-daerah rawan bencana,” katanya, Minggu (25/1/2015).

Ia menambahkan, kemudian pada malam hari pun sebaiknya diadakan ronda malam. Hal itu dilakukan selain menjaga keamanan lingkungan, juga mengantisipasi adanya bencana alam pada malam hari.
“Bencana alam tidak tahu kapan akan datang, maka sebaiknya untuk malam hari diadakan ronda sebab ditakutkan ada banjir atau longsor pada malam hari,” ujar Burdani.

Ia mengaku, saat malam hari umumnya masyarakat tidur, tingkat kewaspadaan serta kesigapan pun turun. Ditakutkan pada saat seperti itu terjadi banjir, pastinya akan menyulitkan bagi masyarakat untuk evakuasi diri karena mereka tidak tahu. Supaya itu tidak terjadi maka sebaiknya tetap ada warga yang berjaga di lingkungannya masing-masing. Sehingga saat ada bencana ada yang memberi tahu dan memberi peringatan bahaya bencana.

Hal ini berdasarkan bencana banjir dan longsor yang pernah terjadi di Pekon Sukabanjar, Kecamatan Kota Agung Timur dan Pekon Ketapang, Kecamatan Limau. Peristiwa beberapa pekan lalu terjadi pada malam hari. Dikhwatirkan ada kejadian serupa maka adanya korban jiwa bisa dihindari.
“Apapun bentuknya bencana, langka penyelamatan adalah meminimalisir jumlah korban jiwa, itu harus diutamakan,” terang Burdani.

Imbauan ronda malam itu difokuskan di kecamatan rawan bencana, seperti banjir, kecamatan yang rawan yakni Kota Agung, Kota Agung Barat, Kota Agung Timur, Semaka, Wonosobo. Dan untuk kecamatan rawan longsor yaitu Kelumbayan, Kelumbayan Barat, Cukuh Balak Limau, Ulu Belu, Air Naningan, Kota Agung, Kota Agung Barat, Kota Agung Timur, Semaka.

Kemudian saat benar terjadi bencana pada malam hari, BPBD Tanggamus pun segera mendapatkan laporan sehingga bisa bertindak cepat. Dalam hal ini BPBD memang siaga dalam 24 jam, dan sebaiknya saat awal kejadian segera melapor melalui aparat pekon atau kecamatan supaya penanganannya pun bisa disegerakan.

Dalam hal ini bencana memang tidak bisa dihindari, hal yang bisa dilakukan adalah menghindarkan korban jiwa. Untuk hal itu utamakan dulu kesematan jiwa, caranya saat terjadi bencana usahakan jangan panik namun segera tentukan langkah supaya selamat.(Ron)