oleh

Pembahasan RAPBD Lampura Dideadline 15 Hari

Laporan: Iswan/Hery – Editor: Juanda
Lampung Utara (Harian Pilar) – Pasca dikembalikannya Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Lampung Utara (Lampura) Tahun 2015 oleh gubernur Lampung, karena pengesahan yang dilakukan tidak sesuai mekanisme, muncul isu baru. Di mana beredar BC BBM yang menyatakan bahwa Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberi tenggat waktu selama 15 hari terhitung sejak Jumat (2/1/2015) untuk pembahasan ulang agar RAPBD Lampura 2015 dapat disyahkan secara normal.

Dalam BC BBM itu menyebut informasi itu berdasarkan ungkapan Kepala BPKA Lampura, Budi Utomo, seusai melakukan kunjungan ke Kemendagri di Jakarta. Alasannya, Kemendagri menilai masih perlu adanya konsolidasi ulang terhadap dua unsur pemerintah di Kabupaten Lampung Utara, sebab menyangkut nasib masyarakat banyak dalam satu tahun mendatang.

Terkait dengan isu tersebut, tiga partai yang sebelumnya tidak menghadiri paripurna persetujuan bersama RAPBD Lampura, yakni Partai Demokrat, PDIP dan Gerindra memberikan tanggapannya.

Ketua DPC Partai Demokrat Lampura M. Yusrizal ST yang juga wakil ketua II DPRD Lampura menyatakan, pihaknya belum menerima surat resmi terkait pemberian tenggat waktu untuk pembahasan ulang tersebut.

”Kita belum terima resminya. Kita baru terima (surat, Red) dari gubernur Lampung terkait belum bisa dilakukan evaluasi RAPBD Lampura 2015 karena pengesahannya tidak sesuai mekanisme dan anggaran 2015 menggunakan Perbup (Peraturan Bupati),” ujar Wakil Ketua DPRD Lampura ini, Minggu (4/1/2015).
Dikatakan, pihaknya tidak mau berandai-andai terkait pemberian kelonggaran dalam pembahasan RAPBD Lampura tahun 2015 dan pihaknya akan menunggu bentuk kongkrit pemberian tenggat waktu tersebut dari Kementerian Dalam Negeri.

”Kita tidak mau berandai-andai. Kita tunggu surat resminya kalau memang ada nanti kita akan pelajari terlebih dahulu,” kata Yusrizal.

Sementara, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset (BPKA) Lampura H. Budi Utomo terkesan enggan dikonfirmasi. Ini terbukti saat dihubungi meski telepon selulernya dalam kondisi aktif namun tidak diangkat. Pesan pendek melalui layanan SMS pun tak terbalas.