oleh

Pelajar SMKN 3 Kotabumi Tolak 8 Jam Belajar

Laporan: Iswan/Hery – Laporan: Juanda
Lampung Utara (Harian Pilar) – Kebijakan sekolah yang mengharuskan siswa pulang sekolah jam 15.00 mengundang reaksi keras sejumlah siswa SMKN 3 Kotabumi, Lampung Utara. Puncaknya, ratusan pelajar SMKN 3 Kotabumi, Kamis (20/11/2014) pagi menggelar unjuk rasa di sekolah. Akibatnya, aktifitas belajar mengajar terhenti.

Kebijkan pihak sekolah dinilai telah merugikan siswa sekolah kejuruan itu mulai dari kelas X, XI dan kelas XII itu. Selama berdasarkan ketentuan, jadwal pulang sekolah sampai jam 13.00.

“Semestinya, siswa pulang pada pukul 13.00 wib dan tidak sampai pukul 15.00 wib. Untuk itu, kami minta sekolah mengembalikan kebijakan pulang sekolah seperti biasa,” ujar Fe salah satu siswa, di sela-sela unjuk rasa.

Menurutnya, untuk di sekolah lain, waktu pulang sekolah pada pukul 13.00 WIB. Mengapa, hal ini terjadi di siswa SMK Negeri 3 Kotabumi. “Mengapa kok di SMKN 3 pulangnya harus sampai sore hari,” ujarnya lagi.

Senada diungkapkan rekannya yang lain, kebijakan tersebut sudah dilakukan sejak pertengahan semester lalu sampai sekarang. Menurutnya aturan itu sudah berjalan sekitar 5 bulan terakhir. Tentu saja kebijakan sekolah itu merugikan para siswa. Terlebih bagi siswa yang rumahnya berada jauh dari lokasi sekolah, seperti Tanjung Raja, Sungkai Selatan.

Tentu mereka akan sampai di rumahnya malam hari. “Bagaimana bisa sampai ke rumah, iya kalau masih ada angkot,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK N 3 Kotabumi, Junaidi sempat berdiskusi dengan para siswa. Di mana, Junaidi meminta kepada siswa mengutus wakilnya, untuk mencari solusi terhadap permasalahan yang menjadi tuntutan.

“Mari kita dialog bersama dengan kalian, melalui perwakilannya,” kata dia.

Sayangnya, para siswa tidak mengindahkan ajakan dari sang Kepsek. Pihak sekolahpun akhirnya mengambil sikap agar siswa yang ingin belajar segera masuk ke halaman sekolah.

“Kalau yang mau belajar silahkan masuk ke kelas, bagi yang tidak silahkan pulang ke rumah. Jangan ganggu Kamtibmas,” ujarnya.

Junaidi menjelaskan, ‎kebijakan pulang tersebut dalam rangka penerapan kurikulum 2013. Dimana, siswa mendapatkan jam kegiatan belajar mengajar, selama sepekan 48 jam. Di mana jika di bagi 6 hari dalam seminggu tentunya siswa mendapatkan 8 jam pelajaran perharinya.

Namun, karena hari Jumat merupakan hari pendek, maka pada hari tersebut, siswa tidak mendapatkan pelajaran selama 8 jam.

Menurut Junaidi, kebijakan tersebut sebuah aturan yang memang diterapkan oleh pemerintah, dalam rangka implementasi kurikulum 2013. Karenanya pihak sekolah harus mengikuti peraturan tersebut dan menerapkan jam belajar hingga pukul 15.00 WIB.

Sementara itu Kepala dinas pendidikan Lampung Utara, M. Isya Sulharis menerangkan pihaknya akan melakukan pertemuan dengan komite, orang tua siswa, untuk membahas persoalan pulang sekolah hingga sore hari.

“Mulai Senin akan kita rapatkan bersama, antara sekolah, komite, orang tua siswa mensosialisasikan tentang kurikulum 2013 dan penerapannya,” ujar dia.