Bandarlampung (Harian Pilar) – Berdasarkan angka peningkatan produksi padi pada tahun 2013, Lampung menghasilkan 1,8 juta ton padi, dengan tingkat konsumsi 864 ribu ton lebih. Dengan demikian Lampung mengalami surplus padi 958 ribu ton.
Sementara di tahun 2014 ini, Lampung telah menghasilkan 3,3 juta ton padi, artinya Lampung pantas disebut sebagai lumbung nasional.
Demikian disampaikan Ketua Komisi II DPRD Lampung Hantoni Hasan, saat menyambut Anggota Komisi II (Bidang Ekonomi dan Keuangan) DPRD Jambi dalam rangka kunjungan kerja ke DPRD Lampung, Senin (22/12/2014).
Pada kesempatan itu, Hantoni juga menuturkan tentang potensi perikanan dan kelautan di Provinsi Lampung.
“Dengan garis pantai yang panjangnya 1.105 km dan luas perairan 24.820 km atau 41,2 persen dari total wilayah Provinsi Lampung, berdasarkan data Dinas Peternakan dan Kelautan Lampung sejak 2009 hingga kini Lampung menyokong 40 persen dari total 348.100 ton produksi ikan nasional,” paparnya.
Sementara Sekretaris Komisi II DPRD Jambi Supriyanto, yang memimpin rombongan menyampaikan alasan dirinya bersama rombongan komisi II DPRD Jambi berkunjung ke DPRD Lampung adalah karena secara geografis hampir mirip dengan Lampung. Bahkan tipologi komoditas pertanian juga mirip-mirip dengan Lampung.
“Tipologi pertaniannya agak mirip dan produk unggulan Jambi adalah sawit dan karet,” katanya.
Di samping bertukar pikiran tentang permasalahan pertanian, kunjungan kerja Komisi II DPRD Jambi ke Komisi II DPRD Lampung juga menjadi ajang penyampaian kerja-kerja dan dinamika DPRD Lampung secara umum.
Beberapa hal yang disampaikan Hantoni adalah bahwa Lampung sejak 2009 hingga 2014 berhasil meningkatkan APBD dari tahun ketahun.
“2009 awal saya masuk, kebetulan ini kali kedua saya, APBD Lampung di angka 1,5 trilliun dan terakhir 2014 telah mencapai 4,3 triliun,” katanya.
Hantoni juga mengungkapkan bahwa DPRD Lampung periode lalu (2014-2019) telah memproduksi 96 (embilan puluh enam) peraturan daerah.
“Jika dibagi 60 bulan selama 5 (lima) tahun maka sedikitnya setiap bulan lahir satu Perda” ungkapnya. (Lia/JJ)









