oleh

Dewan Antisipasi Sekolah Swasta ‘Terkuras’ Biling

Bandarlampung (Harian Pilar) – Semakin banyak penerimaan siswa miskin dengan wacana Walikota Bandarlampung Herman HN yang akan menambah kuota penerimaan siswa bina lingkungan (biling) yang tadinya 30 persen menjadi 70 persen tentunya akan menekan angka anak miskin putus sekolah. DPRD setempat menyambut baik wacana tersebut.

Menurut anggota DPRD Kota Bandarlampung Imam Santoso, penerimaan biling ini harus melalui seleksi jangan sampai ada yang bertanggapan tidak perlu bersusah payah untuk belajar karena semua siswa yang miskin dapat bersekolah di sekolah negeri.

“Jadi jangan sampai ada tanggapan anak – anak yang badung ini, gini lo kita gak usah belajar nanti kita juga masuk negeri ahirnya kualitas negeri ikut turun selama ini bagus. Kita komisi IV kemarin meminta ada seleksi untuk biling itu jangan tiba – tiba masuk biling. Ada filternya lah,” pungkas Imam saat ditemui di ruang komisi IV DPRD setempat, Senin (1/12/2014).

Pemerintah, menurut Imam, juga harus memperhatikan dampak dari penerimaan biling lantaran hal ini bisa memberikan dampak kepada sepinya peminat yang mendaftar di sekolah swasta dan akhirnya sejumlah sekolah swasta terancam tutup.

“Ya kita minta dari masukan pihak swasta kalau itu (biling) diterapkan sekolah swasta karena banyak sekolah swasta yang mati siswanya lari ke negeri semua,” ujarnya.

Menurutnya, hak untuk mendapatkan pendidikan ini bukan hanya di sekolah negeri saja namun dapat diterapkan di sekolah – sekolah swasta karena tidak ada aturan yang mengatur pendidikan itu harus di negeri.

“Mereka (swasta) minta diikut-sertakan dalam program biling karena di UU dasar mengatakan hak untuk mendapat pendidikan tidak disebutkan negeri atau swasta. Di negeri juga ada yang nakal menerima siswa dari swasta ke negeri yang tadinya 25 tinggal 15 karena pindah ke negeri,” ungkapnya.

Dalam penerimaan siswa biling, sekolah swasta, lanjutnya, sudah menyatakan siap untuk menerima, meskipun dengan dana yang cukup kecil.

“Udah kita tanya ke swasta mereka siap gak dengan dana yang kecil mereka mengatakan siap yang penting mereka itu ada siswanya berarti ada murid. Selama ini kan suasta ada yang muridnya cuma dua, gimana orang mau daftar kalau ngeliatnya aja gak minat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Imam menyatakan sekolah swasta juga harus melakukan pembenahan diri mulai dari manajemennya sampai ke mutu pendidikan, bukan berarti mutu semua pendidikan di sekolah swasta rendah namun ada sebagian. Dikarenakan ada juga sekolah swasta yang kualitasnya sama seperti negeri.

”Swasta berbenah diri dulu sebelum menerima siswa biling dengan tingkatkan kualitas manajemennya, tingkatkan kulitas pendidikannya dulu, banyak sekolah swasta yang bagus sama seperti negeri seperti Al Kautsar, Xaverius Fransiskus itu lulusannya tidak diragukan,” pintanya. (Lia)