oleh

Pemerintah Dinilai Lamban Tangani Kabut Asap

Harianpilar.com, Bandarlampung – Musibah kabut asap yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia menjadi perhatia khususu sejumlah lembaga, tak terkecuali di Lampung. Puluhan massa Aksi Solidaritas Front Perjuangan Rakyat Lampug mendorong pemerintah mengatasi masalah asap yang terjadi di Sumatra dan Kalimantan.

Aksi mimbar bebas yang terdiri dari Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA), Aliansi Pemuda Demokratis Lampung (APDL), Gerakan Arus Bawah (GABAH), dan Front Mahasiswa Nasional (FMN), digelar di Bundaran Gajah, Kamis (15/10/2015).

Dalam orasinya, Koordinator Aksi Rico menyampaikan, gerakan ini mendorong pemerintah untuk segera mengatasi masalah asap yang terjadi di Sumatra dan Kalimantan. Terutama segera menindak perusahaan yang terlibat pembakaran hutan untuk kepentingan memperluas lahan garapan dan pencabutan izin konsensi bagi perusahaan yang terlibat pembakaran hutan, serta penanganan korban asap yang semakin lama semakin memperinhatinkan kondisinya.

“Hari ini banyak korban yang jatuh namun, pemerintah tidak bisa secara konkrit menyelesaikan persoalan ini, bahkan kami mengkritisi Presiden Indonesia Joko widodo yang terbilang lambat dalam hal penanganan asap di Sumatra dan Kalimantan dan juga masalah kesehatan mereka, malah memesan tiga pesawat terbang untuk menanggulangi bencana asap tahun depan” ujar Rico.

Menurut Rico, kejadian-kejadian seperti ini seharusnya tidak semestinya terulang kembali, dari tahun ke tahun kebakaran hutan yang melanda daerah riau terus terulang, jika dibiarkan bukan hanya terjadi di Kalimantan dan Sumatra bagian Riau dan Sumatra Selatan saja yang akan terjadi kebakaran hutan, bahkan wilayah-wilayah lain di Indonesia akan terjadi kebakaran hutan. (Niko/JJ)