Harianpilar.com, Lampung Utara – Kasus penemuan mayat Hasanudin (45) alias Udin, buruh senso (tebang pohon, Red), Warga Desa Alamkari, Kota Bumi, yang ditemukan tewas membusuk, tergeletak bersimbah darah di Kebun Karet, Minggu sore (11/10/2015) itu, mulai terungkap. Pelaku diperkirakan dua orang, yang diduga tidak terima korban mengoda ibunya.
Dugaan tersebut terungkap, setelah Tim Polres Lampung Utara, di Pimpin Langsung Kapolres Lampung Utara AKBP Dedi Supriyadi, dan Tim Sat Reskrim, melakukan pememeriksaan terhadap keluarga Mairoh (48), dan dua anaknya Tatang (13), dan Inas (23). Mairoh, diduga kenal dengan korban, Dan korban kerap menggoda Mairoh. Sementara dua anak Mairoh lainnya, Uj (22) dan Ir (24), yang diduga sebagai pelaku, kini masih dalam pengejaran polisi. Uj, dan Ir, sepertinya tidak menyukai Udin, yang menggoda ibunya Mairoh.
Mairoh (48), Tatang (13) dan Inas (23), menjalani pemeriksaan intensif sebagai saksi di Polres Lampung Utara. Dari keterangan mereka (Ibu dan anak, red) itu, ditemukan indikasi pelaku pembunuhan adalah melibatkan Uj, dan Ir.
Kepada Polisi, Tatang, mengatakan bahwa pada Jum’at (9/10/2015), kakaknya, Uj dan Ir, sempat membaca pesan singkat (SMS) yang berasal dari Udin, di handpone Ibunya, Mairoh. Isi sms adalah ajakan dari korban kepada Mairoh. Udin ingin bertemu Mairoh di suatu tempat. “SMS itu dibaca kedua kakak saya. Dilihat dari Hasanudin di HP ibu. Lalu kakak membalas pakai HP ibu, dan seolah olah ibu yang membalas, dan berjanji akan bertemu di tempat itu. (kebon karet,Red) lokasi ditemukan mayat,” kata Tatang.
Uj, dan Ir, pergi dari rumah menemui Udin, dengan membawa senjata tajam berupa golok, linggis, gagang pacul dan gancu. “Mereka berdua keluar rumah membawa senjata dan mencari Hasanudin ditempatnya bekerja,” ujar Tatang.
Menurut Tatang, sejak hari itu, kedua kakaknya pergi dan sampai hari ini, Senin (12/10/2015), mereka menghilang, dan tidak pulang kerumah. “Sejak itu kedua kaka saya gak pernah pulang, tau- tau kami mendengar kabar ada penemuan sosok mayat Hasanudin di kebun karet,” katanya polos.
Jasad Hasanudin ditemukan pertama kali oleh Supaat, Ketua Rt 06 Dusun Alam Kari, bersama warga lainnya, Budi, Suhaimi, Erwin, Hairun dan Ruslan. Jasad korban ditemukan dalam keadaan terlentang membusuk dengan luka senjata tama dibagian kepala serta beberapa luka tusuk ditubuhnya. Setelah memeriksa para saksi, Kapolres AKBP Dedi Supriyadi, sempat memberikan pengarahan kepada anggota, Tim Anti Bandit (TEKAB) Sat Reskrim, Lampung Utara terkait kasus tersebut. Kapolres meminta, petugas bekerja cepat mengusut, dan menangkap pelaku kasus tersebut. Kasat Reskrim polres Lampura AKP Supriyanto menegaskan dirinya bersama tim Reskrim, melakukan pengejaran terhadap dua orang yang diduga sebagai pelaku. “Identitas nya telah kita ketahui, Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini bisa terungkap.” Tegas Supriyanto. (iswant /yoan/Joe)








