Harianpilar.com, Bandarlampung – Musim kemarau yang berkepanjangan membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung bergerak cepat untuk mengatasi persoalan kekeringan tersebut. Bahkan saat ini gubernur Lampung M. Ridho Ficardo telah meminta bantuan ke pemerintah pusat. Hal ini guna mengantisipasi dan waspada dengan keadaan alam tidak dapat diprediksi.
Musim kemarau saat ini sedang melanda Indonesia dan provinsi Lampung. Sehingga membuat masyarakat kekurangan air khususnya di beberapa kabupaten yang ada di Provinsi Lampung.
“Kita telah melayangkan surat permohonan ke pusat untuk memberikan bantuan berupa mobil tangki air bersih dan beberapa tanggul khususnya untuk di daerah pertanian agar tidak terjadi gagal panen,” jelas gubernur di Balai Keratun, Kamis (3/9/2015).
Lebih lanjut orang nomor satu di Lampung itu mengatakan, musim kemarau tahun ini diprediksi lebih lama dan berbeda dari tahun sebelumnya karena adanya elnino yang melanda di Indonesia.
BPBD setiap kabupaten/kota harus waspada terjadinya kebakaran, karena dengan kelembaban yang hanya mencapai 0,5persent dari hari biasa bisa mengakibatkab kebakaran karena gesekan antar ranting yang kering.
Selain itu Pemprov juga melakukan perbaikan irigrasi demi mengatasi kekeringan yang ada disetiap daerah, salah satunya di Kabupaten Lampung timur di kecamatan Jabung perbaikan ini untuk mendukung sarana pertanian di desa tersebut.
Menurut gubernur, musim kemarau ini akan diprediksi akan berlangsung selama enam bulan kedepan. Diharapkan masyarakat selalu waspada dan menjaga hutan di wilayah tempat tinggalnya.
“Kita juga harus lebih berhati-hati pada saat membakar sampah di tempat terbuka untuk menghindari terjadinya kebakaran,” jelasnya.
Sebelumnya Kepala BPBD Provinsi Lampung Sobri mengatakan, BPBD memberikan sosialisasi menghadapi kesiapan bencana kekeringan kepada kabupaten/kota demi menghadapi masuk musim kemarau akibat angin El-nino.
Kesiapsiagaan bencana BPBD sebagai daerah rawan kekeringan Lampung harus diantisipasi dengan beberapa solusi yang disiapkan oleh Pemda setempat seperti waduk dan sumur bor khususnya bagi para petani.
Selain itu Lampung juga rawan kebakaran hutan, karena hampir seperempat daerah ini masih hutan aktip produksi.
“Musim kemarau seperti saat ini dikawatirkan terjadinya kebakaran, diprediksi musim kemarau sampai bulan Desember dan ini harus ada penangan khusus agar tidak terjadi kekeringan yang berkepanjangan akibat kemarau,” jelasnya.
BPBD daerah provinsi Lampung menghimbau untuk seluruh masyarakat provinsi Lampung, yang ada di daerah maupun perkotaan agar selalu menghemat dalam menggunakan air, menjaga hutan untuk menghindari terjadinya kebakaran hutan seperti di provinsi lainnya.
Saat ini provinsi Lampung sedikitnya terdapat lima Kabupaten/Kota yang masuk dalam kategori rawan kebakaran. Mengatasi bahaya kebakaran, BPBD juga terus berkordinasi dengan seluruh petugas pemadam kebakaran yang ada di Kabupaten/Kota provinsi Lampung untuk mengecek kesiapan kendaraan dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana. (Fitri)









