oleh

Bantuan Walikota Ditarik, Mirza Ganti Uang Duka Korban Kebakaran

Harianpilar.com, Bandarlampung – Kekecewaan Lia dan Billy korban kebakaran, lantaran bantuan uang duka dari walikota Bandarlampung ditarik kembali, akhirnya terobati.

Menyusul, Ketua DPD Gerindra Provinsi Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, mengganti uang duka Rp10 juta kepada korban kebakaran, yang tercatat warga Kelurahan Durian Payung, Kecamatan Tanjungkarang Pusat, Bandarlampung, Jumat (22/9).

Penyerahan bantuan disampaikan langsung oleh Bacaleg DPRD Kota Bandarlampung, Dewi Mayang Suri Djausal.

Di sela-sela menyerahkan bantuan, Mayang mengatakan, kedatangannya untuk menyampaikan amanat Rahmat Mirzani Djausal yang juga Anggota DPRD Provinsi Lampung Daerah Pemilihan Bandarlampung.

Amanat dimaksud berupa uang tunai Rp10 juta untuk membantu proses pembangunan kembali rumah korban kebakaran Lia dan Billy.

“Hari ini kami memberikan santunan. Mudah-mudahan bisa meringakan beban Pak Billy dan Ibu korban kebakaran, dan bangkit dari musibah yang baru saja dilaluinya,” kata Mayang.

Dia berharap, keluarga korban diberikan kesehatan, kesabaran, dan selalu berada dalam lindungan Allah SWT.

Mayang juga menyebut apa yang dilakukan murni berbagi dan membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Semoga apa yang dilakukan Bapak Rahmat Mirzani Djausal bisa bermanfaat untuk semua. Juga kita berharap apa yang hilang dari musibah ini bisa digantikan dengan yang lebih baik lagi oleh Allah,” harapnya.

Pada kesempatan sama, Lia mewakili keluarga korban kebakaran berterimakasih atas bantuan yang diberikan Rahmat Mirzani Djausal tersebut.

Sambil meneteskan air mata, dia menceritakan bagaimana keluarganya diminta mengembalikan bantuan walikota Bandarlampung Rp10 juta seperti yang viral diberitakan beberapa hari belakangan.

Menurutnya Pemkot melalui pihak kecamatan dan kelurahan setempat meminta uang bantuan dikembalikan dengan alasan untuk mengganti ‘dana talangan’ membuat pihak keluarga korban sangat terkejut.

“Kami terkejut saat pihak kelurahan dan kecamatan meminta kembali uang bantuan itu dengan alasan untuk mengganti ‘dana talangan’. Tapi kami orang kecil jadi ya nurut aja. Apalagi setelah mengembalikan uang, adik saya Billy selaku korban kebakaran diminta buat video pernyataan bahwa tidak ada pengembalian, miris rasanya,” ungkap Lia, berlinang air mata.