oleh

Diduga Jatuh Ke Sungai, Haidir Belum Juga Ditemukan

Harianpilar.com, Bandarlampung – Tim SAR Gabungan melakukan pencarian terhadap Haidir (56), warga Kelurahan Kotabumi Udik, Kecamatan Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara (Lampura) yang terjatuh ke Sungai Abung pada Minggu (28/5).

Kepala Kantor Basarnas Lampung Deden Ridwansah menyampaikan bahwa, kejadian berawal pada Sabtu (27/5) pukul 18.00 WIB Korban Haidir (56) pergi dari rumahnya untuk mencari ikan.

Namun, hingga Minggu (28/5) pagi korban tidak kembali dan warga menemukan dayung dan perahu korban di pinggir sungai.

“Diprediksi korban terjatuh dari perahu hingga hanyut dan tenggelam di sungai Abung, Dusun Terpandi, Kelurahan Kotabumi Udik Kecamatan Kotabumi Kota Kabupaten Lampung Utara. Kemudian pihak warga melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian, BPBD, dan Basarnas,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima wartawan, Senin (29/5).

Sementara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Utara (Lampura) masih terus menyisir sungai (Way) Abung untuk mencari Haidir.

Sebelumnya, Haidir (56), warga Kelurahan Kotabumiudik, Lampung Utara yang dinyatakan hilang di aliran sungai (Way) Abung sejak Sabtu (27/5/2023). Sampai saat ini baru perahu, berikut dayung dan golok Haidir yang baru ditemukan.

“Perahu yang biasa dipakai oleh pak Haidir ditemukan oleh keluarga sebelum magrib,” jelas Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Lampung Utara, Zulkarnaen, Minggu (28/5) malam.

Menurutnya, penemuan ini mempertebal keyakinan mereka jika Haidir memang tenggelam di aliran sungai tersebut. Sebelum ada penemuan, pihaknya masih belum begitu yakin bahwa Haidir tenggelam di sana. Jarak antara penemuan dayung dengan perahu sekitar 500-an meter.

“Dengan begini, kami semakin yakin jika yang bersangkutan memang tenggelam di sana,” ujarnya.

Ia mengatakan, sampai saat ini proses pencarian Haidir masih terus mereka lakukan. Pencarian baru akan dihentikan setelah pukul 17.00 WIB. Pencarian kali ini akan dibantu oleh tim Basarnas.

“Prosedurnya memang harus dihentikan sebelum pukul 17.00 WIB,” kata dia.

Sebelum dikabarkan hilang, Haidir sempat berpamitan ke Way Abung untuk memancing dan juga memasang perangkap ikan dengan menggunakan perahu. Haidir berangkat dari rumah sekitar pukul 18.00 WIB.

“Haidir memang biasa memancing di Way Abung untuk mencari ikan,” kata Saparudin, kerabat Haidir.

Biasanya, sebelum pukul 20.00 WIB, Haidir telah berada di rumahnya. Namun, hari itu, sampai tengah malam, Haidir tak jua pulang ke rumah. Istri Haidir dan anak-anaknya pun menjadi kebingungan dan berusaha menanyakan keberadaan ayah atau suaminya. (*).