Harianpilar.com, Bandarlampung – Sebagai wakil rakyat, seharusnya anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Mesuji lebih mementingkan dan peka terhadap kondisi daerahnya, bukan mengedepankan kunjungan ke Pulau Bali.
Terlebih kondisi infrastruktur jalan di Mesuji yang saat ini masih sangat memprihatinkan, bahkan membutuhkan biaya besar untuk melakukan perbaikan.
Kunjungan anggota DPRD Mesuji selama tiga hari di Bali, tentu tidak mencerminkan wakil rakyat dan lebih terkesan menghamburkan uang rakyat.
Catatan Harian Pilar, ada beberapa infrastruktur jalan di Mesuji yang seharusnya menjadi perhatian DPRD Mesuji di antaranya, Jalan Selamat Datang menuju KTM yang kondisinya di beberapa titik berlubang hingga terkelupas.
Kondisi yang sama terjadi di Jalan Lingkaran menuju Desa Sriwijaya. Di ruas jalan terlihat kondisi aspal jalan sudah terkelupas, bahkan di bagian jalan ondelagh batu belah sudah tertimbun tanah.
Tak kalah parah kondisi jalan di samping Mapolsek Tanjungraya menuju Bujung Buring. Selain terkelupas, lapisan aspal berantakan dan berlubang.
Kabar sejumlah anggota DPRD Kabupaten Mesuji ke Pulau Bali dinilai sebagai tindakan yang kurang tepat. Apalagi hal itu dilakukan saat Mesuji masih banyak memiliki infrastruktur jalan yang buruk.
Sementara, Akademisi Universitas Lampung (Unila), DR. Yusdianto mengatakan, para wakil rakyat Mesuji itu ke Bali mengatasnamakan kepentingan masyarakat Mesuji. Namun kenyataanya di Bali malah beredar foto seperti sedang jalan-jalan dan berfoto dengan bule.
“Kesan yang muncul dipublik justru negatif. Apalagi di tengah keadaan Mesuji yang infrastruktur jalan saja masih banyak yang rusak parah,” cetusnya, Selasa (16/5).
Menurut Yusdianto, Ketua DPRD, Sekwan dan Anggota DPRD Mesuji yang ke Bali itu harus mempertanggungjawabkan tindakan mereka baik secara anggaran maupun kinerja.
“Harus jelas hasil mereka ke Bali itu apa untuk masyarakat Mesuji. Jangan sampai tidak jelas hasilnya. Sekarang ini tidak harus kunker atau studibanding untuk belajar ke daerah lain. Bisa diundang secara virtual sehingga lebih efektif dan efesien,” tegas Yusdianto.
Dia juga menilai, apa yang telah dilakukan para anggota DPRD Mesuji itu sudah tidak menunjukkan etika yang baik sebagai wakil rakyat.
“Ini cenderung seperti salah satu bentuk pemborosan dan berpotensi menyakiti hati masyarakat bawah ,” kata dia.
Diberitakan sebelumnya, sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mesuji, dikabarkan tengah ‘Plesiran’ ke Bali. Belum diketahui tujuan perjalanan para legislator itu.
Berdasarkan dokumen foto yang diterima Harian Pilar, Senin (15/5), beberapa anggota DPRD Mesuji yang diduga sedang berada di salah satu hotel di Bali ini di antaranya, Ketua DPRD Mesuji Elpiana, Budi Susanto, Parsuki, Dedi Mulyadi, Femi Yusapila, Mardinata, Mego dan Alkat Ardiyanto. Masih ada tiga yang diduga juga anggota DPRD Mesuji dalam dokumen foto tersebut.
Terkait hal itu, Ketua DPRD Mesuji Elfiana saat dimintai tanggapan terkait dugaan ‘Plesiran’ tersebut terkesan mengelak.
“Jalan-jalan…gak ada jalan-jalan,” kata Elfiana, saat dikonfirmasi via telepon, Senin (15/5).
Saat kembali ditegaskan, Elfiana berupaya menghentikan konfirmasi via telepon.
“Putus-putus lo mas..putus-putus. Besok ya saya telepon lagi ya ..nanti saya telepon lagi ya,” kata Elfiana. (*).









