Harianpilar.com, Bandarlampung – Sejumlah mahasiswa Universitas Lampung (Unila), Rabu (24/8) malam, nyaris terlibat tawuran antar sesama mahasiswa.
Berdasarkan informasi yang beredar, diduga pemicunya lantaran ketersingungan sekelompok mahasiswa BEM Teknik dituding dibayar untuk melakukan aksi demo, yang rencananya akan digelar hari ini, Kamis (25/8) di depan gedung Rektorat Unila.
Pantauan di lokasi, puluhan massa mahasiswa bergerak di depan rektorat sambil berteriak, hingga suasana sempat mencekam. Bahkan mahasiswa Teknik, sempat mengepung gedung PKM
“Rapat antar BEM di belakang rektorat terkait demo besok. BEM teknik akan kirim utusan tapi tidak mengerahkan masa teknik,” kata sumber.
Ketersinggungan memuncak, ketika ada rumor yang menyatakan demo besok dibayar.
“BEM Pertanian/MIPA mengatai BEM Teknik dibayar oleh rektorat,” ungkap sumber.
Atas tuduhan itu, BEM teknik tersinggung hingga terjadi keramaian kecil. Tiba-tiba datang mahasiswa Teknik dari mana-mana ke Gedung Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM).
“Saat ini massa bisa ditahan Satpam dan BEM Teknik,” kata sumber.
Hingga, Kamis (25/8) pukul 0.27 Wib, kondisi mahasiswa di gedung PKM berangsur kondusif.
Dihubungi via telepon, Juru Bicara Unila Nanang Trenggono mengatakan, saat ini seharusnya mahasiswa ikut membantu melakukan pemulihan dengan menyumbangkan pikiran, bukan malah membuat keributan.
“Mahasiswa harus ada konsef memperbaiki unila untuk pulih. Plt Rektor perlu diberikan info pemikiran bukan membuat keributan,” kata Nanang.
Nanang juga mengimbau, agar mahasiswa membantu mengembalikan fungsi Unila dalam proses belajar mengajar.
“Maksud saya kejadian OTT sudah ada proses hukum. Sementara unila masih eksis. Tugas kita sekarang mengembalikan fungsi proses belajar mengajar bukan malah berantem,” ujarnya. (*)








