Harianpilar.com, Lampung Selatan – Tim PKK Desa Karang Rejo, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan semakin aktif dalam memberikan perhatian khusus terhadap potensi desa.
Hal tersebut terungkap dalam keberhasilan Tim PKK mengubah area perkebunan desa menjadi taman edukasi di Desa Karang Rejo, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, pada Minggu (3/4/2022).
Ketua PKK Desa Karang Rejo, Dian Septianasari menjelaskan Tim PKK Desa Karang Rejo bekerja sama dengan perangkat desa dalam mengerjakan taman edukasi. “Kami bekerja sama dengan perangkat desa dalam mengelola taman edukasi,” katanya.
Perempuan yang akrab disapa Dian itu menuturkan kegiatan tersebut dapat dimanfaatkan warga sekitar. Melalui taman edukasi ini bisa digunakan sebagai media pembelajaran bagi warga.
“Dengan taman edukasi ini bisa digunakan sebagai media pembelajaran bagi warga. Salah satu contohnya dalam kegiatan 3 M (Mengenal, Mempelajari, dan Melestarikan),” katanya.
Mengenal itu mengetahui apa saja tanaman yang ada diarea tersebut, kemudian mempelajari apa saja manfaat dari tanaman tersebut, serta bagaimana cara melestarikan tanaman dan lingkungan sekitar area kebun/hidroponik,” ujar Dian.
Dengan merubah perkebunan yang dimiliki Desa Karang Rejo lanjut Dian, diharapkan potensi tersebut bisa berkembang sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Melalui program kerja ini, kami berharap adanya kerjasama perangkat desa dan masyarakat Desa Karang Rejo untuk mengoptimalkan dan meng-upgrade taman edukasi kebun ini menjadi potensi wisata baru bagi desa,” tuturnya.
Lebih lanjut Dian menjelaskan Tim PKK Desa Karang Rejo ingin berupaya bisa memberikan yang terbaik bagi masyarakat.
“Kami membuat program kerja bukan dilihat dari estetika saja, melainkan juga bagaimana kami bisa memberikan manfaat bagi masyarakat desa,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Desa Karang Rejo Feriode mengapresiasi dan memberikan dukungan program kegiatan Tim PKK Desa Karang Rejo tersebut.
Feriode mengatakan, kreativitas Tim PKK patut diacungi jempol, bagaimana mereka bisa mengubah tempat yang hanya dimanfaatkan warga hanya sebatas berkebun saja, sekarang disulap menjadi taman yang berbasis edukasi,” ungkapnya. (Mar)









