Harianpilar.com, Tulangbawang Barat – Jalan poros yang menghubungkan Pasar Unit-6 Lambu Kibang, menuju Simpang Ma’il Tiyuh Toto Mulyo Gunung Terang kondisinya rusak parah.
Berdasarkan pantauan di lapangan ada banyak lubang besar yang menganga ketika musim hujan digenangi air menyebabkan pengendara sepeda motor sering mengalami kecelakaan, tak ayal kendaraan yang melintas harus rela bergantian jika melalui jalan tersebut.
Tarmuzi salah satu tokoh masyarakat Gunung Terang, Tubaba mengatakan, rusaknya jalan penghubung antar kecamatan telah lama terjadi. Kondisi jalan diakuinya mengganggu aktivitasnya dalam mengangkut hasil bumi menuju pasar, kendati demikian ia tetap melalui akses jalan rusak tersebut sebab tidak ada pilihan lagi.
“Kami cukup prihatin dengan kondisi Jalan Poros penghubung beberapa Kecamatan yang rusak cukup parah. Selain kenyamana yang hampir tidak dirasakan, lalu lalang kendaraan dinilai cukup membahayakan para pengguna jalan saat melintas,” kata Tarmuzi, melalui kontak telephon Senin (21/3/2022).
Lantaran sangat prihatin melihat kondisi jalan nyang kian parah salah satu tokoh masyarakat Gunung Terang telah menyiagakan satu unit alat berat ungtuk memperbaiki. Bahkan masyarakat siap untuk bergotong royong.
“Mulai dari Pasar Unit-6 Lambu Kibang, sampai Simpang Ma’il Tiyuh Toto Mulyo Gunung Terang hampir sepanjang badan jalan itu ada kerusakan seperti lubang-lubang besar dengan kubangan lumpur. Yang parah lagi waktu penghujan seperti sekarang, pengendara harus ekstra hati-hati saat melintas karna kendaraan itu banyak yang memecah jalan guna menghindari lubang”, ungkap Tarmuzi.
Kondisi tersebut menurutnya sangatlah perlu segera adanya penanganan dari Pemerintah Provinsi, maupun Kabupaten.
“Kami sangat berharap segera dilakukan perbaikan pada Jalan Poros kami disini supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan saat melintas. Dan alhamdulillaah satu unit Alat Berat (Begholoder) kita telah siap beroperasi bilamana diperlukan baik untuk penanganan sementara maupun pekerjaan lebih lanjut”, tuturnya.
Tarmuzi melanjutkan, beberapa hari lalu Tiyuh Setia Agung Gunung Terang, dan perwakilan dari lima (5) Perusaan Swasta pengelola Singkong di wilayah utara Tubaba telah melaksanakan musyawarah guna perbaikan Jalan tersebut. Dan dari hasil musyawarah tersebut, penangan akan dimulai pada akhir Maret 2022.
“Hasil musyawarah dengan 5 Pimpinan Perusahaan pengelola Singkong di wilayah kita yakni BW Lambu Kibang dan BW Batu Putih. Kemudian Manatahan dan Mentari di Gunung Agung, serta Klanting di Gunung Terang. Pada prinsipnya mereka siap berpatisipasi dalam perbaikan jalan dengan menyediakan batu masing-masing 10 fuso besar, dengan total keseluruh 50 fuso batu. Kegiatan perbaikan sesuai dengan jadwal, insyaallah akan dimulai pada minggu-minggu akhir Maret 2022”, tutup Tarmuzi.
Sementara Kadis PUPR Kabupaten Tulangbawng Barat hingga berita ini diturunkan belum bisa dikonfirmasi. (F)









