oleh

Menelisik Proyek “Bobrok” PUPR Lamsel

Harianpilar.com, Bandarlampung – Pelaksanaan sejumlah proyek milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lampung Selatan (Lamsel) tahun 2021 diduga kuat bermasalah. Hal itu terlihat dari kondisi proyek yang baru seumur jagung namun kondisinya sudah ‘bobrok’.

Proyek yang menelan anggaran besar tapi kondisinya sudah memprihatinkan itu diantaranya, peningkatan jalan ruas jalan Merdeka Desa Margo Mulyo Kecamatan Jati Agung yang di kerjakan CV. Titian Teduh senilai Rp715 juta.

Kemudian, proyek peningkatan Jalan Sp. Serdang – Way Galih Kecamatan Tanjung Bintang yang dikerjakan oleh CV. Rezeki Berkah Abadi senilai Rp1,8 miliar.

Secara kualitas proyek-proyek ini sangat meragukan. Sebab baru beberapa bulan selesai dikerjakan sudah mengalami kerusakan.

Seperti proyek peningkatan jalan ruas jalan Merdeka Desa Margo Mulyo Kecamatan Jati Agung. Proyek yang dikerjakan CV. Titian Teduh ini sudah banyak berlubang, retak-retak, bahkan banyak bagian yang bergelombang. Parahnya banyak bagian aspal juga yang sudah mengelupas.

“Kondisi proyek yang baru beberapa bulan selesai dikerjakan tapi sudah mengalami kerusakan cukup parah itu mengindikasikan ada penyimpangan dalam pelaksanaanya,” ujar Lembaga Peduli Pembangunan Daerah (LPDP) Lampung, Romzan, Senin (14/3).

Menurutnya, jika pelaksanaan proyek itu sesuai ketentuan maka kualitasnya akan baik dan bertahan lama. Sebab perencanaan proyek pemerintah jelas untuk kualitas yang baik.

“Ini baru beberapa bulan selesai dikerjakan, kondisinya sudah rusak. Artinya ada masalah dalam pengerjaanya, dan patut diduga tidak sesuai perencanaan,” tandasnya.

Secara kasat mata, lanjutnya, sangat terlihat proyek-proyek itu memiliki kualitas yang sangat meragun. Sebab selain banyak mengalami retak-retak, juga sudah mengelupas dan bergelombang.

“Anggaran besar tapi kondisi proyeknya sudah banyak rusak. Ini jelas mengecewakan,” tegasnya.

Romzan mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut proyek-proyek tersebut agar tidak terus terulang.

“Kami akan turun ke jalan mendesak agar masalah ini diusut. Agar persoalan ini tidak terus terulang,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Dinas PUPR Lamsel, Drs. Hasbie Aska. ST, hingga berita ini diturunkan belum berhasil dikonfirmasi. Beberapa kali dihubungi via telepon Kadis tidak menjawab meski handphone nya dalam keadaan aktif.(*)