Harianpilar.com, Bandarlampung – Warga Kecamatan Jatiagung, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) resah dengan adanya aktifitas sekelompok warga yang mengarah pada paham radikalisme hingga Intoleran. Terindikasi, ada 30 desa di kecamatan tersebut yang saat ini sudah menjadi keresahan warga.
“Ada sekitar 30 desa di wilayah Jati Agung yang telah memiliki paham radikal dan intoleran di sana. 7 orang telah dibait, mereka menggunakan fasilitas masjid tanpa adanya kordinasi dengan pengurus masjid, melakukan kegiatan kajian di sana. Dan ada pengawasan ketika kegiatannya berlangsung,” ungkap Ketua Dai Provinsi Lampung Drs. H Saldiman, saat menghadiri diskusi interaktif perwakilan warga Jatiagung dengan Ketua DPRD Provinsi Lampung Mingrum Gumay, Selasa (22/2).
Indikasi adanya paham radikalisme itu ditegaskan perwkailan warga Jatiagung Misnan. Menurutnya, pemahaman tersebut telah membuat ketidaknyamanannya di lingkungan masyarakat, bahkan mereka tidak mau mengibarkan bendera merah putih di pekarangannya.
“Hasil cocok tanam yang ada di wilayah sana, diambil semaunya. Mereka menganggap semua ini titipan dan yang berwenang adalah seluruh manusia di muka bumi. Dan mengganggap negara ini belum merdeka, jadi tidak layak untuk dikibarkan simbol negaranya,” ungkap Misnan.
Untuk itu, mewakili masyarakat Jatiagung, Misnan berharap ketua DPRD Lampung dapat menjembatani dan menindaklanjuti keluhan warga. Sebab, kegiatan itu dinilai sangat meresahkan serta berpotensi memicu terjadinya konflik di tengah masyarakat.
“Kami sangat menunggu langkah kongkrit yang dilakukan, sejujurnya ini tidak nyaman untuk kami,” kata Misnan.
Terkait hal itu, Ketua DPRD Lampung Mingrum Gumay berjanji akan menjadi perhatian khusus dan segera ditindaklanjuti.
“Sebagaimana fungsi DPRD kita akan tindaklanjuti bersama pihak terkait untuk memastikan laporan ini dilakukan melalui penanganan yang mengedepankan persuasif, humanis dan edukatif, ” kata Mingrum.
Mingrum juga mengungkapkan, narasi mengenai pemahaman radikalisme dan intoleransi ini mempunyai hal yang mendasar mengapa tindakan dan cara berfikir tersebut terbentuk.
“Ini akan kita lakukan pemetaan nantinya. Kalau penilaian dini mengenai apa yang tadi disampaikan, salah satu penyebabnya faktor ekonomi. Kalau ini betul menjadi akarnya, kita akan bantu mendorong pergerakan dan peningkatan ekonomi melalui kearifan lokal dan ekonomi kreatif disana,” ujarnya.
Sebagai langkah awal, pihaknya dalam waktu dekat akan menggelar sosialisasi Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di wilayah Jatiagung.
“Selain kita maksimalkan koordinasi lintas sektoral, di internal DPRD dalam waktu dekat coba kita gunakan edukatif. Turun kesana beri pemaparan dan wawasan harapannya ini menjadi upaya penyelamatan rakyat,” tegasnya.
Untuk diketahui, hadir dalam diskusi tersebut Anggota DPRD Komisi I Okta Rijaya, Binmas Polda Lampung AKBP Ade, Kesbangpol Febri, serta sejumlah elemen masyarakat Jati Agung. (*)









