Harianpilar.com, Lampung Utara – Meski belum sampai sebulan dilanda kemarau akibat El Nino moderat, Provinsi Lampung mulai dilanda kekeringan. Bahkan, sejumlah warga mulai mengeluhkan kesulitan air bersih.
Pantauan disejumlah titik di Lampung Utara (Lampura) Minggu (5/7/2015), beberapa wilayah sudah mulai kesulitan pasokan air bersih. Sejumlah sumur tradisional milik warga sudah mulai mengering.
Seperti yang terjadi di RT 04 LK 05 Kelurahan Kota Alam Kecamatan Kotabumi Selatan dan RT 05 LK 03 Kelurahan Kotabumi Udik Kecamatan Kotabumi. Untuk di Kelurahan Kota Alam, warga masih terbantu dengan sumur bor yang ada disekitar lingkungan. Sementara di Kelurahan Kotabumi Udik, warga memanfaatkan galian sumur yang berada di Rawa. ”Ya, Pak sudah hampir dua minggu ini, kami warga disini mandi dan mencuci memanfaatkan sumur yang ada di Rawa,”ujar Nardi (50) warga RT 05 LK 03 Kelurahan Kotabumi Udik.
Diwilayahnya tersebut, lanjutnya, hanya ada satu sumur bor yang berada di Masjid dengan jarak yang cukup jauh. Warga hampir setiap hari antri di Sumur bantuan pemerintah tersebut untuk mengambil air.”Jadi kami dengan warga sekitar sini lebih baik menggunakan Blik (sumur dan tempat mandi,red) di Rawa.Kalau untuk mandi dan mencuci,tidak masalah,”ujarnya.
Bahkan, warga kerap terpaksa menggunakan air tersebut untuk keperluan diminum dan memasak,sebab warga tidak ada pilihan.”Ya,terpaksa kami gunakan juga untuk air minum,”akunya.
Meski pengambilan air menggunakan alat tradional (timba,red), tapi tidak jadi masalah yang terpenting airnya banyak dan cukup untuk memenuhi kebutuhan puluan warga sekitar.”Di sumur Rawa ini wargapun tetap antri, dan mengambil air menggunakan alat timba,”terangnya.
Senada dikatakan Feri (35) warga RT 04 LK 05 Kelurahan Kota Alama,saat ini dirinya terpaksa mengangkut air dari sumur Bor yang ada di rumah RT 05.”Ya,saya angkut pake motor dan itu sudah saya lakukan lebih dari seminggu ini,”ujar Feri.
Dia menjelaskan, sumur yang ada dirumahnya sudah sejak sekitar dua pekan sudah kering. Akibatnya untuk memenuhi kebutuhan air bersih,dirinya terpaksa mengangkut air setiap hari menggunakan motor.”Kami berharap,ada langkah dari pemerintah untuk membantu masalah kesulitan air bersih ini,”harapnya.
Terpisah, Asisten II Bidang Kesra Pemkab Lampura, Fahrizal Ismail, berjanji segera menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) guna membahas masalah kekurangan air bersih dengan beberapa pihak seperti Dinas Tatakota, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBP) dan Dinas Sosial. Pihaknya kata Fahrizal menghimbau,kepada warga agar segera melapor ke Kulurahan.
”Kemudian,pihak kelurahan agar melaporkan kepada kami,”ujar Fahrizal melalui Ponselnya.
Diakui, memang saat ini PDAM Way Bumi memang tidak berfungsi lagi,tapi melalui Distako warga nantinya dapat dibantu penyaluran air bersih sesuai dengan perintah Bupati.”Tapi, yang terpenting masyarakat harus menyiapkan tempat penampungan,”tandasnya.
Sementara itu, untuk mengantisiapasi kekeringan di musim kemarau tahun ini yang dapat mengakibatkan gagal panen. Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Lampung Utara akan turun lapangan supaya bisa memantau kondisi persawahan yang ada. Demikian disampaikan Kepala Dinas Distanak Lampura, Sofyan, saat ditemui diruang kerjanya belum lama ini.
“Kami akan memerintahkan kepada Kepala Unit Pelaksana Teknis (KUPT) bersama Penyuluh Pendamping Lapangan (PPL) untuk langsung terjun memantau dan memetakan kondisi persawahan yang akan terancam kekeringan,” pungkasnya. (Yoan/Iswanto/Juanda)








