Harianpilar.com, Bandarlampung – Tim penyuluh Satuan Anti Narkoba (SAN), Badan Nasional Narkotika Lampung (BNNP) berharap seminar desiminasi informasi P4GN di lingkungan SMP Muhammadyah Metro, yang digelar beberapa waktu lalu , selain menambah pengetahuan akan bahaya narkoba kegiatan, juga bertujuan menjadi pemahaman yang benar dan faktual, hingga terdapatnya komitmen pada diri sendiri untuk menghindari narkoba.
Kasi Pemberdayaan Masyarakat SAN Sutarwo mengatakan, pencegahan dini akan bahaya narkoba yang selalu dikampanyekan pihaknya saat ini, bertujuan untuk menciptakan komitmen kesadaran dan mawas diri pada setiap siswa peserta,
”Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk pemahaman yang benar dan faktual tentang bahaya penyalahgunaan narkoba, diharapkan dengan ersebarnya informasi bahaya penyalahgunaan narkoba di lingkungan Anggota Pelajar ini dapat diaplikasikan mereka dalam aksi nyata, hingga terdapatnya komitmen untuk menghindari narkoba pada diri setiap peserta,” ungkap Sutarwo, Minggu (14/6/2015).
Selain para murid, kegiatan itu juga melibatkan unsur sekolah yakni para guru, sehingga suasana terlihat membaur, sehingga kegiatan penyuluhan bahaya nerkoba bagi generasi muda tersebut dipenuhi sesi tanya jawab antara murid Smp Muhammadiyah metro dan pihak penyuluh satuan anti narkoba (SAN).
”kami pihak SAN sangat bangga akan sambutan para guru dan siswanya ini, mereka terlibat aktif saat sesi tanya jawab, kami meyakini apa yang mereka tanyakan adalah hal yang belum mereka pahami secara jelas, semoga dengan pemaparan yang kami sampaikan benar-benar dipahami dam diterapkan mereka dalam kehidupan nyata untuk tidak bermain-main terhadap narkoba, apalagi sekedr mencoba-coba,” ungkap Sutarwo.
Perang terhadap narkoba tperlu terus dilakukan karena permasalahan narkoba merupakan ancaman serius bagi seluruh warga masyarakat, berbagai upaya terus dilakukan pihak BNNP melalui penyuluhan dan berbagai kegiatan penyampaian informasi lainya.
”Banyak faktor yang menyebabkan para masyarakat umumnya terjebak hingga sulit bahkan tak mampu keluar dari keadaan tersebut diantaranya, faktor diri yang mendorong rasa ingin tahu terhadap narkoba, kedua faktor lingkungan yaitu terpengaruh satu sama lainya, tentunya semua ini dapat dihindari dengan rasa mawas diri dan sadar akan bahaya narkoba,” terangnya.
Dikatakanya, saat ini akses untuk mendapatkan narkoba dengan jenis nya yang beragam sangat mudah, terlebih lagi masih banyak laboratorium gelap produsen gelap narkoba faktor ini juga yang menyebabkan mudah nya masyarakat untuk memperoleh barang haram tersebut.
”Apapun bujuk rayu narkoba tersebut, masyarakat hendaknya tidak terpengaruh dan bila ada oknum yang sudah terlanjur lama mengalami kecanduan dapat melaporkan, mereka tidak akan dihukum tapi kami akan obati dengan gratis tentunya dengan program rehabilitasi,” pungkasnya. (Putra/JJ)









