Harianpilar.com, Lampung Selatan – Rapat pembahasan pertanggungjawaban pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2014 Kabupaten Lampung Selatan molor hingga 2 jam lebih, rapat yang seharusnya digelar sekitar pukul 10. 00 wib tertunda hingga pukul 11. 45 wib. Bahkan baru beberapa menit dibuka rapat diskor karena waktu istirahat untuk sholat dzuhur dan dilanjutkan pada pukul 13. 00 wib.
Molornya rapat tersebut akibat terlambatnya para anggota Panitia Badan Anggaran (Banggar) DPRD setempat yang hadir, sementara itu pada pukul 11. 00 wib para anggota DPRD tersebut baru hadir sekitar 11 orang, sehingga belum memenuhi kuorom, dan jumlah anggota Badan Anggaran DPRD Kabupaten Lampung Selatan 25 orang.
Menurut salah seorang peserta rapat dari pihak eksekutif yang tidak mau disebutkan namannya mengatakan, dirinya beserta SKPD yang dijadwalkan pada hari Senin 8 Juni 2015 untuk rapat pembahasan anggaran dengan pihak DPRD Lamsel sudah hadir pada pukul 9.30 wib, tetapi hingga pukul 11.00 wib belum nampak para anggota DPRD yang akan membahas APBD 2014 tersebut.
“Kami tiba sekitar pukul 9.30 wib, karena menurut agenda rapat akan dimulai sekitar pukul 10.00 wib, dan baru dibuka rapat sekitar pukul 11.45 wib, itu kembali diskor karena sudah waktunya istirahat,” katanya, Senin (8/6/2015) di gedung DPRD setempat.
Sementara itu, Anggota Badan Anggaran DPRD Kabupaten Lampung Selatan dari Partai Hanura Sugiarti mengatakan, dirinya mengaku terlambat karena jalan menuju Kalianda macet dan rusak, sehingga membuat terlambat.
“Jalan macet mas, apa lagi banyak jalan yang rusak, saya dari Natar,” katanya sambil meninggalkan awak media.
Menurut pimpinan rapat yang juga sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lampung Selatan Fahrurozi mengaku tidak mengetahui apa penyebab para anggota badan anggaran DPRD terlambat hadir pada rapat tersebut.
“Saya tidak tahu apa sebabnya kawan-kawan terlambat hadir, kalau masalah undangan 2 hari yang lalu sudah diterima, memang ada beberapa anggota Baggar yang izin,” kata Farurozi.
Dia juga menambhakan, dirinya terpaksa harus menunggu para anggota anggaran yang lain, karena rapat tersebut harus kuorom, setelah mencapai 13 anggota yang hadir dari 25 anggota Banggar maka rapat akan segera dibuka.
“Mudah-mudahan pada masa mendatang hal ini tidak terulang lagi,” tambahnya. (Saipul/JJ)









