Harianpilar.com, Bandarlampung – Diduga depresi, Andri Kurniawan Warga Jalan Pangeran Antasari, Gang Man II, Kedamaian, Tanjungkarang Timur (TkT), Bandarlampung, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara terjun ke dalam sumur, Selasa (2/6/2015). Akibat aksi nekat itu, warga sekitar langsung berkumpul di lokasi kejadian. Nahas, nyawa Andri tidak dapat terselamatkan lagi.
“Besar dugaan bunuh diri. Berdasarkan keterangan orang tua, korban menderita penyakit jiwa. Dulu sudah coba diobati tapi belum sembuh total. Sebelumnya korban juga pernah mencoba bunuh diri dengan cara yang sama, yakni dengan lari ke arah sumur yang berjarak sekitar 6 meter dari rumahnya,” kata Wakapolsek TkT Iptu Agus Cik, Selasa (2/6/2015)
Saat ditemukan oleh ayah korban, lanjutnya, jenazah korban sudah mengambang di sumur selebar 1 meter dengan posisi menelungkup. Proses penyelamatan yang dilakukan oleh orang tua korban bersama dengan warga setempat memakan waktu selama 20 menit.
“Sudah tidak bisa diselamatkan lagi, karena kemungkinan meninggal 4-5 menit sebelum ditolong,” jelasnya.
Diungkapkannya, jika korban merupakan mantan narapidana kasus narkotika, namun tidak ada pengaruh narkotika yang menyebabkan kejadian bunuh diri ini terjadi.
“Tidak ada tanda-tanda pengaruh narkoba, korban memang mantan Napi kasus narkoba,” pungkasnya.
Sedangkan warga sekitar Agus menjelaskan jika aksi bunuh diri itu terjadi sekitar pukul 07.00 WIB, bahkan aksi bunuh diri ini sudah dua kali terjadi, yang pertama dua bulan lalu, korban juga pernah melakukan hal yang sama, namun berhasil diselamatkan.
“Waktu itu korban melompat ke sumur sambil berlari dari rumahnya. Korban sempat berhasil diselamatkan karena pada saat itu ketinggian air sumur cukup tinggi. Yang sekarang ini kebetulan airnya sedang surut. Jadi jarak antara bibir sumur cukup dalam sekitar 4 meter lebih. Apalagi kondisi saat itu sedang sepi,” jelasnya.
Sementara ayah korban Ngadimin membenarkan jika anaknya mengalami gangguan jiwa sejak kelas XII SMA , bahkan korban sempat dirawat di rumah sakit jiwa sekitar satu bulan.
“Anak saya depresi karena melihat hal gaib, seperti kuntilanak dan sejenisnya,” ungkapnya.
Dijelaskannya, jika anaknya sering menyendiri, dan jarang berbaur dengan warga sekitar, dan korban tidak memiliki masalah apapun.
“Dia jarang berbaur dengan tetangga, anak saya lebih sering berada di rumah.” imbuhnya. (Buchari/JJ)









