oleh

Jalan ‘Kubangan’ Waykanan Telan Anggaran 6 Miliar

Harianpilar.com, Waykanan – Ruas jalan Negeri Baru – Sp. Tiga Kecamatan Blambangan Umpu Kabupaten Waykanan yang dikeluhkan warga karena kondisinya seperti kubangan, ternyata baru dilakukan peningkatan pada tahun 2018 dengan menelan anggaran Rp6,7 Miliar.

Bahkan, untuk pengawasannya proyek Peningkatan Jalan Negeri Baru – Sp. Tiga ini menghabiskan anggaran sekitar Rp200 juta.

Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Waykanan, Anggara H Yudanata, saat dikonfirmasi juga mengakui ruas itu belum lama diperbaiki dan sudah rusak parah.

Menurutnya, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan jalan itu cepat rusak.”Salah satu faktornya karena selalui dilalui kenderaan pengangkut kayu yang di duga melebihi tonase. Di tambah curah hujan yang tinggi terjadi di Kabupaten Waykanan belakangan ini,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui ponselnya, belum lama ini.

Tim Kerja Institute on Corruption Studies (ICS), Apriza, menilai dengan anggaran sebesar itu harusnya kualitasi jalan tersebut baik dan bertahan lama. “Proyek pemerintah itu ada perencanaan, dan tidak mungkin perencanaan proyek itu dibuat untuk kualitas yang bertahan hanya setahun dua tahun. Artinya dengan anggaran segitu harusnya kondisi jalan itu masih baik. Jika saat ini kondisinya sudah rusak parah, maka patut dipertanyakan,” ujarnya saat dimintai tanggapannya, Selasa (09/06/2020).

Menurutnya, penegak hukum harusnya proaktif mengusut proyek tersebut, sehingga bisa diketahui siapa yang paling bertanggungjawab.”Penegak hukum harus proaktif mengusutnya. Ini bukan delik aduan, informasi yang disampaikan media massa itu bisa dijadikan petunjuk awal. Usut siapa yang bertanggungjawab,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, masyarakat Kampung Pancanegeri Kecamatan Blambangan Umpu Kabupaten Waykanan mengeluhkan kerusakan jalan yang sangat parah. Kondisi jalan penghubung wilayah itu seperti kubangan, tergenang air dan berlumpur.

Dari penelusuran Harian Pilar, jalan yang menghubungkan Kampung Pancanegeri dengan Kampung Bumiputra ini merupakan jalur utama yang sering dilintasi masyarakat daerah tersebut untuk ke Blambangan Umpu yang merupakan Ibukota Kabupaten Waykanan.

Namun, kondisinya sangat memprihatinkan. Selain tergenang air juga berlumpur, sehingga saat dilalui sangat rawan kecelakaan. Bahkan, lapisan aspal jalan ini nyaris tidak terlihat lagi akibat tertutup lumpur.

“Jalan yang rusak parah ini membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendera roda dua,” ujar Toni, Warga Kampung Pancanegeri, baru-baru ini.

Menurutnya, jalan itu merupakan satu-satunya jalur untuk menuju ke Kecamatan Blambangan Umpu,”Kondisi jalan ini semakin parah karena sering dilalui Truk pengakut kayu,” ungkapnya.

Toni berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Waykanan memberikan perhatian dengan mengalokasikan anggaran untuk perbaikan jalan tersebut tahun 2020 ini.”Kami
sangat berharap Pemda Waykanan memberikan perhatian dengan cara mengangagarkan di tahun ini untuk perbaikan ruas jalan tersebut. Karena kerusakan jalan ini tidak jarang menumbulkan kecelakan,” keluhnya.

Kerusakan jalan, jelasnya, juga berdampak pada naiknya ongkos petani saat mengakut hasil panen menuju Ibukota Kabupaten. “Iya waktu panen harus diangkut ke kabupaten, jalan rusak gini ongkos angkutnya jadi mahal,” pungkasnya.(Eeng/Maryadi)