Harianpilar.com, Bandarlampung – Provinsi Lampung selama tahun 2014 ada 383 untuk penderita kanker leher rahim dan capaian pemeriksaan deteksi dini kanker leher rahim di tahun 2014 adalah sebanyak 7.920 orang.
Pencanangan Gerakan Nasional Deteksi Dini Kanker Leher Rahim yang akan dilakukan oleh Ibu Iriana Joko Widodo (Ketua Organisasi Aliansi Solidaritas Era/OASE Kabinet Kerja), akan diadakan di 43 puskesmas di 15 kabupaten/kota terhadap 450 wanita usia 30 – 50 tahun.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung dr Hj Reihana, M.Kes mengatakan, kegiatan yang akan dipusatkan di 43 Puskesmas di 15 kabupaten/kota terhadap 450 wanita usia 30 – 50 tahun sejumlah 1.210.995 orang dengan target 10% setiap tahun (121.095 orang) secara serentak, dalam melakukan Pemeriksaan Deteksi Dini Kanker Leher Rahim dengan Metode IVA, salah satunya Puskesmas Panjang Bandar Lampung.
Pemeriksaan deteksi dini kanker leher rahim dengan metode IVA merupakan Gerakan Deteksi Dini Kanker Leher Rahim perlu dilakukan.
” Berdasarkan hasil Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) 2013, Prevalensi (Angka Kesakitan) Kanker (semua jenis kanker) untuk Lampung adalah 0,7 per 1000 penduduk (Nasional ; 1,4 per 1000 penduduk) selain itu berdasarkan laporan yang masuk dari 25 RS jumlah penderita kanker yang berkunjung dan dirawat di RS di Provinsi Lampung selama tahun 2014 adalah 383 untuk Kanker Leher Rahim dan Capaian pemeriksaan deteksi dini kanker leher rahim di tahun 2014 adalah sebanyak 7.920 orang,” jelasnya di ruang kerja, Senin (20/4/2015).
Rheihana menjelaskan, jumlah tenaga kesehatan yang telah dilatih untuk kegiatan ini adalah 1 Dokter Spesialis Bedah Onkologi, 1 Dokter SpOG Onkologi, 1 Dokter SpOG, 77 Dokter Umum, 52 Bidan dan 96 Perawat,jumlah Fasilitas Pelayanan yang memiliki tenaga terlatih adalah 43 Puskesmas dan 1 klinik swasta.
Infeksi HPV dan Kanker leher Rahim terjadi hampir 100% infeksi HPV ditularkan melalui hubungan seksual, penderita infeksi HPV umumnya tdk mengalami keluhan – hampir 10% perempuan yang terinfeksi HPV mengalami perubahan menjadi lesi prakanker pada jaringan epitel leher rahim, lesi prakanker dpt terjadi dalam 2-3 tahun setelah infeksi, apabila lesi tidak diketahui dan tidak diobati dalam waktu 3-17 tahun dapat berkembang menjadi kanker leher rahim
beresiko tinggi terkena kanker leher rahim Perempuan yang melakukan aktifitas seksual sebelum 18 tahun.
” Mereka yang berganti ganti pasangan seksual,mereka yang menderita infeksi kelamin yang ditularkan melalui hubungan seksual ,berhubungan dengan pria yang sering berganti ganti pasangan, ibu atau saudara kandung yang menderita kanker leher rahim, dan Hasil pemeriksaan Pap’s Smear atau IVA sebelumnya dikatakan abnormal,” jelasnya.
Untuk pencegahan infeksi HPV dan Kanker leher Rahim yang utama adalah tidak berprilaku seksual beresiko untuk infeksi HPV, menghindari faktor resiko lain (paparan asap rokok, menindaklanjuti hasil Pap’s Smear dan IVA (+), meningkatkan daya tahan tubuh dengan mengkonsumsi gizi seimbang, tinggi vitamin C, A dan Asam folat),Melakukan skrining/penapisan apakah kita terinfeksi HPV atau tidak Melakukan vaksinasi HPV. (Fitri/JJ)









