oleh

Kawal UN, Polresta Lampura Kerahkan 133 Peronil

Harianpilar.com, Lampung Utara – Ujian Nasional (UN) tingkat SMA dan SMK se-Kabupaten Lampung Utara, tepat pukul 12.30 WIB, Rabu (15/4/2015) dinyatakan selesai. Di mana dalam pelaksanaan UN tersebut, tidak ada satupun pengaduan atau laporan yang diterima terkait adanya kecurangan UN. Dengan kata lain pelaksanaan UN di kabupaten Lampung Utara, berjalan dengan sukses dan lancar. Untuk mendukung kelancaran UN, Polresta Lampung Utara mengerahkan 133 anggotanya untuk ikut memantau UN.

“Semua berjalan baik dan lancar, mulai dari pendistribusian soal hingga pelaksanaan UN disekolah-sekolah,” jelas Kapolres Lampura, AKBP Eko Widianto, dalam konferensi Pers yang digelar di ruang kerja Kepala Dinas Pendidikan Lampura, Isya Sulharis, Rabu (15/4/2015).

Kapolres yang didampingi Isya Sulharis dan ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), Mat Soleh memaparkan, pihaknya dilibatkan pula dalam pelaksanaan UN, utamanya terkait dalam hal pengamanan. Meskipun kegiatan tersebut tidak dilakukan dalam sebuah operasi khusus seperti tahun lalu yang dilebeli dengan sebutan operasi cindikia. Meski tidak dalam sebuah operasi khusus, pihaknya tetap melaksanakan kegiatan pengamanan dan pengawalan pelaksanaan UN. Dimulai dari distribusi soal dan menempatkan 2 personil berpakain sipil disetiap sekolah.

“Kita kerahkan sebanyak 133 personil dalam pengawasan UN kali ini,” terang Kapolres.

Dikatakan Kapolres, sejauh pantaun dan pengawasan yang dilakukan hingga berakhirnya pelaksanaan UN, dirinya memastikan semua berjalan dengan tertib dan lancar. Ini dibuktikan dengan tidak adanya satu laporan atau pengaduan terkait adanya kecurangan misalnya. “tidak ada kecurangan seperti menyontek terlebih secara massal,” tegasnya.

Ditempat yang sama, Isya Sulharis menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada jajaran Polres Lampura yang telah turut mengamankan jalannya UN di Lampura. Sehingga pelaksanaan UN dapat dilakukan dengan baik sebagaimana yang diharapkan. Ia juga berharap tingkat kelulusan siswa di Lampura dapat lebih baik dari tahun sebelumnya, bahkan dapat mencapai angka kelulusan 100 %. Apalagi dengan ketentuan yang diberlakukan saat ini UN tidak lagi dijadikan standar untuk menentukan kelulusan siswa. Melainkan kelulusan ditentukan oleh sekolah masing-masing dengan beberapa tahapan yang menjadi pertimbangan sekolah.

Meski demikian, andai ada diantara siswa yang tidak lulus masih diberikan kesempatan untuk mengikuti paket C yang sejatinya juga setara dengan kelulusan SMA atau SMK. Dengan begitu, tidak ada lagi warga Lampura yang tidak memiliki ijazah Sekolah Menengah Atas. Hal ini sesuai dengan program yang dicanangkan bupati Lampura Agung Ilmu Mangkunegara, untuk mencerdaskan masyarakat Lampura. Dimana bupati sendiri memberikan kebijakan sekolah gratis hingga ketingkatan SMA. “Pak bupati sendiri telah memprogramlan SMA gratis, ini dimaksudkan agar masyarakat Lampura dapat menyelesaikan pendidikan minimal pada tingkatan SMA,” ujarnya (Iswan/Hery/JJ)