oleh

Rakhmat Husein Sebut Yuhadi Cari Sensasi

Harianpilar.com, Bandarlampung – Calon anggota legislatif (Caleg) DPRD Kota Bandarlampung Rakhmat Husein DC menilai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar (PG) Bandarlampung, Yuhadi cuma mencari sensasi politik murahan terkait postingan Yuhadi di akun Facebooknya yang terkesan menuduh Istri Walikota Bandarlampung Herman HN, Eva Dwiana telah merusak baleho milik Yuhadi.

Seperti diketahui, di facebook itu Yuhadi memasang foto baleho besar miliknya yang ditimpah banner ukuran kecil milik Bunda Eva – sapaan akrab Eva Dwiana – sehingga sebagian foto dan tulisan nama Yuhadi tertutup baleho milik Eva Dwiana. Terkait foto baleho itu Yuhadi menulis, “Koq bedas amat ya. Berilah teladan yang baik.”

“Tentu saja pernyataan Yuhadi tersebut ditujukan kepada Bunda Eva,” ujar Husein melalui pernyataan tertulis yang di kirim ke Redaksi Harian Pilar, Senin (25/02/2019).

Atas postingan tersebut, Rakhmat Husein menilai, Yuhadi hanya cari sensasi. “Pura-pura teraniaya demi mencari simpati massa adalah sensasi politik murahan,” ungkapnya.

Rakhmad Husein mengingatkan kembali terkait Yuhadi dan Bakumham Partai Golkar Bandar Lampung mengeluarkan pernyataan akan melaporkan Bunda Eva ke Polda terkait ucapan Bunda Eva yang menyebut bahwa Yuhadi adalah sosok yang juga diduga terlibat dalam urusan bagi-bagi uang dalam Pilgub Lampung dan bunda Eva menyebut bahwa Yuhadi tidak menghadiri undangan dari DPRD Lampung dalam rapat Pansus Politik Uang Pilgub Lampung.

“Apakah benar Yuhadi terlibat dalam skenario politik uang pilgub Lampung 2018 lalu ? Silahkan warga simak pernyataan Hi. Barlian Mansyur pengurus DPD Golkar Lampung yang juga rekan Yuhadi sesama anggota DPRD Bandar Lampung. Video testimoni Barlian Mansyur itu banyak beredar,” terang Husein.

Soal ucapan Bunda Eva, jelasnya, bahwa Yuhadi tidak pernah hadir ketika diundang dalam rapat Pansus DPRD Lampung silahkan juga tanyakan ke Pansus Politik Uang DPRD Lampung, apakah saudara Yuhadi hadir memenuhi undangan Pansus atau tidak. “Sambil menanyakan kehadiran Yuhadi itu, barangkali teman teman wartawan bisa sekalian menyempatkan bertanya ke Ketua atau Sekretaris Pansus apa kelanjutan Pansus Politik Uang Pilgub Lampung,” terangnya lagi.

Menyikapi hal tersebut, Rakhmad Husein menyatakan ada beberapa hal yang ingin disampaikan terkait rencana Yuhadi dan Golkar yang bulan lalu berstattment akan melaporkan Bunda Eva ke Polda dan pernyataan terbaru berisi tuduhan Yuhadi bahwa Bunda Eva Dwiana telah sengaja merusak banner Yuhadi.

Pertama, sebagai Caleg DPRD Lampung dari PDI Perjuangan, alat peraga kampanye berbentuk banner milik Bunda Eva tersebar se-Bandarlampung dan dipasang rapi menggunakan tiang bambu. “Bukan di tiang listrik atau pohon,” kata dia.

Kedua, karena Yuhadi dan Bakumham Golkar sudah pernah berencana melaporkan Bunda Eva ke Polda bulan lalu namun tidak ditanggapi sedikit pun oleh Bunda Eva. “Maka saya menduga bahwa yang menempel banner bunda Eva di banner Yuhadi pelakunya adalah orang suruhan Yuhadi sendiri, setelah banner bu Eva menimpa banner Yuhadi lalu banner itu difoto dan disebar sesegera mungkin dengan maksud agar Yuhadi mendapat simpati masyarakat,” ungkapnya.

Ketiga, Seolah – olah Yuhadi teraniaya dan dizalimi. “Manuver untuk mencari simpatik ini lumayan berhasil. Terbukti di akun facebook milik Yuhadi banyak komentar yang memojokan bunda Eva dan menguntungkan Yuhadi,” paparnya.

Menurutnya, dirinya tidak berhak memaki warga yang berkomentar di akun facebook Yuhadi. “Sederhana saja, sebagian rakyat kita memang masih suka terburu buru dan gampang menyimpulkan hal yang belum diuji kebenarannya. Padahal kalo mau dipikir, apa urusannya, atau apa untungnya bagi Bunda Eva ketika dengan sengaja banner bu Eva menimpa banner Yuhadi,” jelasnya.

Dugaan lain, adalah pelakunya merupakan internal Golkar ataupun pihak eksternal Golkar yang ingin menari dalam alunan dendang sisa-sisa pilgub sebagai pemanasan menuju perhelatan Pilwakot Bandar Lampung yang akan digelar tahun 2020.

“Sebagai penutup, sebaiknya hentikan politik pencitraan pura-pura terdzolimi demi mencari simpati, tawarkan saja program program kerakyatan dan berilah contoh politik yang santun ke rakyat,” tutupnya.

Terpisah, saat di konfirmasi, Yuhadi enggan berkomentar banyak terkait penilaian Rakhmat Husein kepada dirinya. “Biarkan saja rakyat yg menilai. Saya mah lurus- lurus aja,” ujarny singkat. (Ramona/Maryadi).