Harianpilar.com, Bandarlampung – DPRD Provinsi Lampung menilai infrastruktur Provinsi Lampung masih sangat memperhatikan. Ke depan diharapkan Pemprov bisa lebih memokuskan peningkatan infrastruktur salah satunya peningkatan status Bandar Udara Radin Intan II (Branti) menjadi bandara Internasiuonal, melalui APBD yang yang dikucurkan sebesar Rp1 triliun.
“Dengan anggaran sebesar itu kita berharap legislatif, eksekutif, dan media bersama-sama mengawasinya, dengan saling mengawasi maka semua program yang telah ditentukan bisa berjalan sesuai rencana, dan semua yang melaksakan harus bisa bertangung jawab,” kata Ketua Komisi V DPRD Provinsi Lampung Imer Darius, saat ditemui di kantor DPRD Provinsi Lampung, Senin (16/3/2015).
Dijelaskannya, infrastuktur masih sangat mengkhawatirkan, dengan anggaran Rp 1 triliun semua jalan ke depan harus bisa lebih baik, dengan hasil yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, jangan sampai dengan anggaran yang besar tapi hasil tidak efektif.
Besarnya anggaran infrastruktur ini harus seimbang dengan efektivitas hasilnya, sehingga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Selain infrastuktur jalan, pembangunan, sampai pembangunan dan perbaikan bandara Raden Intan II menjadi bandara Internasional akan mulai dilaksanakan pada 2016.
” Dengan anggaran yang besar ini jangan justru hasilnya masih sama dengan yang lalu, untuk tahun ini harus ada perubahan, sedangkan untuk pelebaran lahan landasan pesawat dalam bulan Juni dan Juli ini masalah pembebasan lahan sudah bisa diselesaikan, untuk pembebasan lahan pemerintah sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp 47miliar,” jelasnya.
Lebih lanjut politisi Partai Demokrat itu menjelaskan, DPRD provinsi siap mengoptimalkan peran pengawasannya, sehingga pembangunan infrastruktur bermanfaat dan terbukti untuk masyarakat. Wakil rakyat akan membuat instrumen pengendalian jalannya pembangunan infrastruktur itu.
“Kita akui kualitas beban jalan dan kuantitas rekanan masih sangat lemah, ini yang sedang kita pelajari secara detail, kita berharap kedepan tidak adalagi rekanan yang bekerja tidak sesuai prosedur selain itu untuk peluasan lahan penerbangan dan penebalan badan untuk lending juga diharapkan benar-benar hasilnya harus baik, nantinya siapapun pihak swasta yang ikut mengembangkannya tidak jadi masalah yang terpenting semua berjalan dengan yang diharapkan,” paparnya.
” Kami tidak perlu penting siapa yang akan menjadi operator dalam pembangunan bandara tidak menjadi masalah, yang jelas diharapkan bandara itu bisa bermanfaat bagi masyarakat, paling lambat bulan Juni dan Juli pembebasan lahan untuk landasan sudah bisa terealisasi, selain itu pembenahan ILS juga bisa dibenahi, sampai terminal penumpang juga akan dibenahi untuk mewujudkan standar bandara internasional,” jelasnya.
Dengan anggaran yang besar provinsi Lampung kedepan bisa memiliki jalan, jembatan, dan semua pembangunan bisa lebih baik, tidak ada lagi jalan rusak, tidak adalagi alasan terkait pembangunan bandara intan. (Fitri/JJ).









